TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berupaya menekan beban belanja daerah, salah satunya melalui pengurangan tagihan listrik penerangan jalan umum (PJU) yang selama ini mencapai miliaran rupiah per bulan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto, mengatakan pihaknya tengah melakukan penggantian PJU di sekitar 400 titik ruas jalan di wilayah Tulungagung. Lampu PJU jenis SON-T berwarna kuning dengan daya 300 watt secara bertahap diganti menjadi lampu LED berdaya 60 watt.

“Penggantian lampu PJU ini bertujuan untuk mengurangi tagihan listrik. Secara bertahap akan kami lakukan pada lampu-lampu dengan daya besar,” ujar Panji, Senin (22/6/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi, total tagihan listrik PJU di seluruh wilayah Tulungagung sebelumnya mencapai sekitar Rp2,3 miliar per bulan. Setelah dilakukan penggantian ke LED, terjadi penurunan biaya yang diperkirakan mencapai Rp300 juta hingga Rp400 juta per bulan.

Secara kumulatif, penghematan dari program ini telah menurunkan beban tagihan listrik hingga sekitar Rp600 juta dalam beberapa bulan terakhir.

“Upaya penggantian PJU dari SON-T ke LED mulai menunjukkan hasil, yakni penurunan tagihan listrik sekitar Rp600 juta,” jelasnya.

Selain penggantian lampu, Dishub juga melakukan penertiban sambungan listrik PJU bersama pihak PLN. Sistem PJU non-meter atau abonemen secara bertahap dihapus dan diganti dengan sistem meterisasi.

Langkah ini dilakukan agar penggunaan listrik lebih transparan dan dapat dihitung secara akurat. Dishub juga menyoroti masih adanya praktik penyambungan listrik PJU secara ilegal oleh oknum masyarakat.

“Kami targetkan sistem abonemen akan diganti meterisasi secara bertahap. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyambung listrik PJU secara ilegal,” pungkasnya.