Pakar Ortopedi Malaysia : Robot Bukan Pengganti Keahlian Dokter
JAKARTA, FaktualNews.co – Di era kecanggihan teknologi medis saat ini, kehadiran robot sering kali dianggap sebagai masa depan dunia kesehatan. Namun, bagi dr. Lee Woo Guan, ahli bedah ortopedi dari KPJ Kuching Specialist Hospital, Malaysia, secanggih apa pun robot yang diciptakan, posisi dokter tetaplah sentral dan tidak mungkin tergantikan oleh mesin.
”Robot dan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu. Mereka tidak bisa menggantikan keahlian, pengalaman, dan penilaian klinis seorang dokter,” tegas dr. Lee Woo Guan dalam acara Health Talk Specialist Orthopedic bertajuk “Mobilitas Aktif di Usia Emas”, Sabtu (27/06/2026).
Menurut dr. Lee, alat berteknologi tinggi memang bisa dibeli dengan mudah, namun pengoperasiannya menuntut kapabilitas tinggi. Ia kerap menemui kasus di mana terjadi komplikasi atau kegagalan prosedur akibat kurangnya kemampuan dokter dalam mengoperasikan teknologi tersebut secara tepat.
Dalam praktiknya, dr. Lee bahkan sering melakukan prosedur restorasi untuk memperbaiki hasil operasi yang tidak maksimal akibat ketidaksiapan pengoperasian alat.
”Robot memang menawarkan presisi yang lebih tinggi, tetapi tanpa dokter ahli yang mampu mengoperasikannya dengan benar, teknologi tersebut justru bisa menimbulkan risiko baru,” tambahnya.
Senada dengan dr. Lee, konsultan ahli bedah ortopedi dan tulang belakang, dr. Wong Chung Chek, menekankan bahwa peran utama teknologi robotik adalah sebagai mitra kerja ahli bedah. Dalam prosedur tulang belakang, penggunaan teknologi seperti Brainlab Kick Navigation System sangat krusial untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi.
”Teknologi ini memberikan navigasi visual 3D yang akurat terhadap anatomi tulang pasien. Ini membantu kami menempatkan implan dengan sangat presisi, sehingga risiko pada jaringan saraf bisa diminimalkan,” jelas dr. Wong.
Ia mencontohkan, kasus kompleks seperti skoliosis kini dapat ditangani dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, komplikasi yang minim, dan masa pemulihan pasien yang jauh lebih baik berkat bantuan navigasi robotik.
Acara edukasi ini merupakan kolaborasi strategis antara KPJ Kuching Specialist Hospital Malaysia dan Bhinneka Life Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut Regional CEO KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur, dr. Kenny Yeap Kim Pey; CEO Kuching Specialist Hospital, Nor Azlina Jemain; serta CEO Bhinneka Life, Benny Indra, beserta sekitar 100 undangan.
Dalam sambutannya, Benny Indra mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Sementara itu, dr. Kenny Yeap berharap kerja sama antara kedua belah pihak dapat terus berlanjut di masa depan demi memberikan edukasi kesehatan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.


