LAMONGAN, FaktualNews.co  –Kabupaten Lamongan menutup pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) X Biliar Jawa Timur 2026 dengan catatan membanggakan. Selain sukses sebagai tuan rumah, kontingen Lamongan juga mampu menembus empat besar klasemen akhir dengan raihan dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian terbaik Lamongan di tengah persaingan ketat atlet-atlet biliar dari 31 kabupaten/kota se-Jawa Timur yang berlaga di Arena 805 Biliar, Lamongan, pada 22–27 Juni 2026.

Ketua POBSI Kabupaten Lamongan, Kartika Asianto Undoyoko atau akrab disapa Dodon, mengaku bangga atas perjuangan para atlet yang mampu tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus yang telah bekerja keras. Berkat kekompakan dan semangat juang yang tinggi, prestasi ini bisa diraih,” ujar Dodon, Minggu (28/6/2026).

Dua medali emas menjadi penyumbang poin terbesar bagi Lamongan. Emas pertama diraih pasangan Latifatul Angelita Qolbi dan Wafir Risma Salsabila pada nomor Double Putri Bola 10.

Sementara emas kedua dipersembahkan Rahmat Al Vallen Prasetya bersama Zaki Sidqi Hasby yang menjadi juara nomor Snooker Six Red Double Putra.

Satu medali perak disumbangkan pasangan Nuby Dwi Setya Mukti dan Ayunda Fitra Ramadhani dari nomor Double Mix Bola 8. Sedangkan dua medali perunggu diraih pasangan Evril Aurelia Rahmawati dan Keyla Geovany Felisya pada nomor Bola 8 Double Putri, serta Zaki Sidqi Hasby pada nomor Snooker Full Red Single.

Dengan total 12 poin, Lamongan menempati peringkat keempat, di bawah Kabupaten Pasuruan yang keluar sebagai juara umum, disusul Kabupaten Blitar dan Kabupaten Pamekasan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Lamongan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mulai menunjukkan kekuatannya sebagai salah satu daerah potensial dalam pembinaan olahraga biliar di Jawa Timur.

Ketua Panitia Kejurprov X Biliar Jatim 2026, Sonny Ardianza, menilai kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, melainkan juga sarana pembinaan dan pencarian bibit atlet muda potensial.

“Kejurprov ini menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan atlet muda berbakat Jawa Timur. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, dan Lamongan sebagai tuan rumah mampu menorehkan prestasi yang membanggakan,” katanya.

Ia berharap Kejurprov tahun ini dapat melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional pada masa mendatang.

Keberhasilan Lamongan menembus empat besar menjadi sinyal positif bahwa pembinaan olahraga biliar di daerah tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata dan menjanjikan.