94 Desa di Sampang Rawan Kekeringan, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat
SAMPANG, FaktualNews.co – Sebanyak 94 desa di Kabupaten Sampang, Madura, dipetakan berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengklasifikasikan wilayah terdampak ke dalam tiga tingkat kerawanan. Langkah ini sebagai dasar penentuan prioritas penanganan, dimana daerah berstatus kering kritis menjadi sasaran utama penyaluran bantuan air bersih.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan yang berlaku mulai 29 Mei hingga 31 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
“Status siaga darurat ini menjadi dasar bagi BPBD untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan apabila dampak kekeringan semakin meluas,” ujar Hozin, Kamis (16/7/2026).
Dari hasil pemetaan BPBD, sebanyak 12 kecamatan masuk kategori kering kritis, yakni Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
“Daerah yang masuk kategori kering kritis akan menjadi prioritas apabila dilakukan dropping air bersih,” kata Hozin.
Selain itu, BPBD juga menetapkan tiga kecamatan dalam kategori kering langka, yaitu Banyuates, Pangarengan dan Jrengik. Sementara kategori kering terbatas, meliputi Kecamatan Pangarengan, Sampang dan Ketapang.
Hozin menjelaskan, masyarakat di wilayah yang masuk kategori kering langka dan kering terbatas hingga saat ini masih dapat memanfaatkan sumber air yang tersedia. Namun, debit air mulai menyusut seiring minimnya curah hujan selama musim kemarau.
Meski telah menetapkan status siaga darurat, BPBD Sampang memastikan hingga pertengahan Juli 2026 belum menerima permohonan resmi bantuan air bersih dari desa-desa yang terdampak.
“Kami sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 75 juta untuk pelaksanaan dropping air bersih saat puncak musim kemarau apabila kebutuhan masyarakat meningkat,” tutup Hozin.


