LAMONGAN, FaktualNews.co – Suasana Lamongan puluhan tahun silam seakan hidup kembali. Deretan bangunan bernuansa jadul, pedagang dengan busana tempo dulu, hingga aroma jajanan tradisional menyambut ribuan warga yang memadati Festival Lamongan Tempo Doeloe (LTD) Perjuangan 2026 di Kawasan Gajah Mada.

Festival yang resmi dibuka Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada Rabu malam itu langsung menjadi magnet masyarakat. Tak hanya menghadirkan nostalgia, LTD juga mengajak warga menelusuri jejak perjuangan dan kehidupan masyarakat Lamongan di masa lampau yang sarat nilai kebersamaan.

“LTD menghadirkan gambaran suasana Lamongan tempo dulu, bagaimana masyarakat hidup dengan penuh kebersamaan dan memiliki semangat perjuangan yang kuat,” ujar Bupati Yuhronur Efendi, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 tersebut bukan sekadar hiburan.

“LTD ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus meneladani nilai gotong royong, semangat juang, dan kebersamaan yang diwariskan para pendahulu,” Ungkap Yuhronur.

Selama empat hari pelaksanaan, kawasan festival berubah menjadi pusat keramaian yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, hingga pelayanan publik. Sebanyak 88 stan bernuansa jadul berdiri berjajar, menghadirkan suasana khas Lamongan masa lampau yang jarang ditemui di era modern.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Nalikan, mengatakan LTD 2026 juga menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah daerah sekaligus mempromosikan potensi unggulan Lamongan.

“Selain OPD, kecamatan, sekolah dan BUMD, terdapat 50 stan UMKM yang menyajikan aneka jajanan jadul, makanan tradisional, hingga minuman khas daerah,” ujarnya.

Tak hanya memanjakan pengunjung dengan suasana nostalgia, festival ini juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Dinas Kesehatan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara pasar murah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Berbagai hiburan turut meramaikan acara, mulai campursari, demo masak dari Asosiasi Chef Indonesia, musik keroncong, hingga puncaknya sajian Nostalgia 90-an yang diprediksi menjadi daya tarik utama bagi pengunjung,” tandas Sekda Lamongan.