Andik Trisdianto Pria Jombang Mantan Caleg PAN DPR RI, Terapis Sukarelawan di Ibu Kota
JOMBANG, FaktualNews.co-Pengabdian terhadap bangsa dan negara serta rakyat tidak harus menjadi wakil rakyat saja. Masih banyak kegiatan yang bisa bermanfaat untuk umat. Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan Andik Trisdianto, mantan caleg PAN DPRRI.
Ya, Andik Trisdianto (45) yang sejak gagal dari Anggota DPR RI, Dapil VIII Jatim 2018 lalu. Pria yang tinggal di Depok Jawa Barat itu, menjadi terapis di rumahnya yang tepatnya berada di Perum Graha Bunga Bintaro Jaya Tangsel,
Pria alumni S1 Tehnik Mesin ayah dua anak dengan pasangannya Morma Umami (45) ini adalah berasal dari Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jatim.
Anak pertamanya bernama Livia Fathiya Farha (20) kini duduk di Semester 5 Fakultas Kedokteran Unhan RI. Sementara adiknya Zafran Arfa (14) masih duduk di bangku SMP.
Andik Trisdianto yang juga Ketua RW itu mengaku menjadi terapis bekam, berdasarkan pengalaman pribadinya yang pernah terkena stroke ringan karena kecapekan setelah bepergian jauh. Dari situlah dia yang berhasil mengobati dirinya sendiri kemudian membeli alat bekam hingga banyak pasien minta diobati.
“Dari pengalaman itu, sehingga banyak teman dan warga setempat minta tolong untuk diterapi dan alahmadulillah sembuh,”ujar Andik kepada FaktualNews.co melalui sambungan telephone Jumat (14/11/2025) pagi.
Untuk kegiatan terapy gratis ini, Andik mengevektivkan hari Sabtu dan Minggu dari pukul10.00 WIB hingga malam.
Pria yang hobi masak ini, pasien yang paling banyak adalah penderita stroke berat. Sedangkan pasiennya berasal dari kalangan birokrat seperti TNI/Polri dan ASN dan warga biasa.
“Bahkan saya juga sering nerapi Wali Mahasiswa Unhan. Semua ini saya lakukan agar hidup saya bermanfaat untuk sesame,”kata Andik Trisdianto.
Andik Trisdianto menambahkan, pada saat pandemic Covid-19 lalu, ia menjadi Satgas Covid-19 di Kampung Tangguh Jaya, Tangsel yang bekerjasama dengan Direskrim Polda Metro.
“Alhamdulillah ketika Covid-19 saya jadi Satgas. Untuk saat ini pasien penderita yang dekat rumah yang kesulitan ke tempat praktik saya datangi. Sementara yang pasien ringan biar diterapi yang lain saja. Karena saya tak ingin rezeki mereka berkurang karena saya,” pungkas Andik Trsidianto yang Dirut sebuah perusahaan swasta di Jakarta itu.


