Inilah Marinir Muda Asal Lamongan yang Gugur Saat Latihan di Cisarua Bandung
LAMONGAN, FaktualNews.co-Duka mendalam menyelimuti Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Puluhan prajurit terbaik bangsa gugur saat menjalani latihan militer di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Peristiwa tragis ini terjadi akibat tanah longsor yang menerjang lokasi latihan setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut dalam waktu lama.
Sebanyak 23 personel dilaporkan menjadi korban dalam insiden memilukan itu. Mereka tergabung dalam Satgas Pamtas Mobile Republik Indonesia–Papua Nugini, Gobang VII, Yonif 9 Marinir, terdiri dari 15 personel tim Fuog dan 8 personel tim Asiafsaman, yang tengah melaksanakan latihan sebagai bagian dari persiapan pengamanan perbatasan negara.
Di antara para korban, satu nama berasal dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Ia adalah Pratu Mar Dicky Yogha P, prajurit Marinir muda yang dikenal berdedikasi dan penuh semangat.
Kabar gugurnya Dicky sontak mengundang duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar tempat tinggalnya.
Kepala Desa Tambakrigadung, M. Takim, membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa keluarga korban telah berangkat ke Bandung Barat untuk memastikan kondisi Dicky.
“Infonya memang seperti itu, tapi sampai saat ini belum ada kabar yang benar-benar pasti. Tadi saya sempat ke rumahnya di Perum Graha Indah, keluarga sudah berangkat ke Bandung,” ujar Takim, Kamis (29/1/2026).
Tragedi ini kian menyayat hati lantaran Pratu Mar Dicky Yogha baru saja membangun rumah tangga. Sekitar tiga bulan lalu, ia resmi menikah dan kini harus meninggalkan sang istri di masa awal pernikahan mereka.
Harapan dan kebahagiaan yang baru tumbuh itu kini berubah menjadi duka yang tak terperi.
“Ia putra dari Pak Sukardi. Sejak awal memang bercita-cita menjadi TNI AL dan saat ini sedang menjalankan tugas. Namun takdir berkata lain, terjadi longsor saat latihan dan sampai sekarang belum ada kabar pasti,” imbuh Takim.
Peristiwa longsor tersebut dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Cisarua secara terus-menerus.
Lereng bukit yang labil akhirnya runtuh dan menyapu area permukiman serta lokasi latihan para prajurit.
Bangsa ini kembali kehilangan putra terbaiknya. Pengabdian Pratu Mar Dicky Yogha P dan rekan-rekannya akan selalu dikenang sebagai bentuk kesetiaan tanpa pamrih dalam menjaga kedaulatan negeri.


