Hendak Menyalip, Pegawai KDS Bondowoso Tewas Terlindas Truck
BONDOWOSO, FaktualNews.co – Kecelakaan tragis menimpa pengendara motor perempuan di depan SMPN 5 Bondowoso. Tepatnya di Jalan Rengganis, Desa Kembang, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso. Menurut penuturan saksi mata, Kustini alias Buk Hilmi, Warga Curahdami, kecelakaan maut itu berawal saat truk dengan nomor polisi P 9739 BZ yang dikendarai oleh Agus Prihandoko, warga Desa Jetis dan Sepeda motor Scoopy dengan nomor polisi P 3491 JV yang dikemudikan korban melaju dari arah barat menuju ke arah timur.
“Saat itu korban hendak menyalip. Sebelum mendahului, korban terlebih dahulu memberi isyarat kepada sopir truk dengan membunyikan klakson motor kurang lebih sebanyak 3 kali,” ungkap Kustini. Meskipun telah diberikan isyarat, menurut Kustini, pengemudi truk tersebut tidak menghiraukan. Justru melajukan kendaraannya serong kanan, sehingga motor korban sampai keluar dari bahu jalan sebanyak 3 kali.
“Korban hampir berhasil mendahului truk tersebut. Namun naas, saat akan kembali ke jalur yang seharusnya korban terkena senggol ban depan truk, yang menyebabkan korban jatuh dan terlindas ban belakang truk,” jelasnya, jumat (17/1/2025). Akibatnya, korban terjatuh ke arah kiri sehingga kepala korban terlindas. Perempuan yang berprofesi sebagai pedagang sayur itu menambahkan, saat kejadian pengemudi truk diketahui sedang bermain Handphone.
“Setelah tahu kendaraannya menyenggol kendaraan lain, supir truk sempat hendak kabur. Namun berhasil dihentikan warga,” urainya. Sementara itu, Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Achmad Rochan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. AKP Achmad Rochan mengatakan, korban meninggal dunia akibat kecelakaan diketahui bernama Ferti Tri Wulandari, seorang pegawai KDS Bondowoso.
“Kecelakaan terjadi ketika korban sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya, Toko KDS Bondowoso di Jalan Matrip, Nomor 7 Desa Kembang,” ucap AKP Achmad Rochan saat dikonfirmasi, Jum’at (17/01/2025). Kasatlantas mengaku belum mengetahui dengan pasti kronologi kecelakaan. Pihaknya mengaku masih mau mempelajari hasil gelar perkara. Jika ada pengembangan hasil gelar perkara, lanjut Rochan, akan segera dia update. Menurutnya, informasi kecelakaan itu terdapat dua versi. Yang pertama jatuh saat berkendara dan yang kedua tersenggol kendaraan roda empat. Atas permasalahan itulah menurut Rochan, pihaknya tengah mengumpulkan fakta baru kemudian dari kepolisian akan menggelar dihadapan pihak yang terlibat.


