JEMBER, FaktualNews.co – Dari musibah banjir di 7 Desa Kecamatan Tempurejo dan Wuluhan Kabupaten Jember, Minggu (22/11/2024) kemarin, diketahui ada seorang ibu yang dalam kondisi hamil tua.

Ibu bernama Siti Novita Ningrum (33) warga Dusun Curahlele RT 7 RW 5 Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember itu, khirnya melahirkan usai dibantu evakuasi oleh relawan, dari rumahnya yang terdampak banjir.

Ibu tersebut melahirkan secara normal di Puskesmas Curahnongko, setelah berhasil dievakuasi petugas dan relawan di lokasi bencana banjir.

“Akhirnya setelah kita kembali ke Mako (Posko Banjir di Balai Desa Wonoasri), ada info dari Bu Bidan. Ibu tersebut konfirmasi (mengalami) kram. Akhirnya kita kembali ke lokasi tersebut, dan kita paksa untuk evakuasi,” sambungnya.

Dari proses evakuasi yang dilakukan, kata Widodo, kondisi kesehatan ibu hamil tersebut normal.

“Tekanan darah kondisinya stabil, dan akhirnya kita evakuasi ke Puskesmas Curahnongko. Alhamdulillah kondisinya masih stabil. Dari informasi petugas medis yang mengevakuasi. Saya tanya memang kira-kira itu bukaan 5 lah, 4-5 lah gitu ya,” jelasnya.

Sementara itu menurut Kepala TU Puskesmas Ika Retna Wijayanti, terkait kondisi ibu hamil tersebut, diketahui pukul 05.05 WIB telah menjalani proses melahirkan.

“Alhamdulillah pagi tadi sudah melahirkan dengan normal ibu tersebut. Bayinya lahir dengan jenis kelamin laki-laki, bobot 2,68 Kg, panjang badan 48 cm, bayinya langsung menangis, gerak aktif,” ujar Ika.

Dari proses melahirkan ibu tersebut, lanjut Ika, sempat akan dilakukan rujukan ke rumah sakit.

“Karena awalnya pembukaannya gak ad kemajuan, cuma buka 6. Nah pas persiapan mau rujuk tiba-tiba buka lengkap langsung brojol,” ucapnya.

Terkait musibah banjir, Widodo menambahkan, ketinggian air mencapai satu meteran.

“Kemudian yang di (Dusun) Kraton masih ada genangan di Gang empat sekitar 1 meter. Kraton itu biasa di beberapa kali kita kejadian di Desa Wonoasri itu termasuk yang terakhir tergenang air, karena bentuknya seperti cekungan,” ujarnya.

“Untuk data terdampak banjir bertambah. Kini warga terdampak ada kurang lebih 2248 KK, atau 7331 jiwa,” imbuhnya.