360 Rumah Tak Layak Huni di Tulungagung Terima Bantuan Bedah Rumah
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Sebanyak 360 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Tulungagung dipastikan mendapatkan bantuan rehabilitasi atau program bedah rumah dari pemerintah pada 2026. Setiap rumah penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp20 juta untuk mendukung perbaikan hunian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung, Makrus Manan, mengatakan program rehabilitasi rumah tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Totalnya ada sebanyak 360 RTLH yang akan mendapatkan bantuan bedah rumah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebanyak 178 RTLH,” ujar Makrus Manan, Senin (27/7/2026).
Program bedah rumah tersebut akan menggunakan dua skema pendanaan, yakni melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur serta APBD Kabupaten Tulungagung. Selain itu, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) juga turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan rehabilitasi rumah warga.
Dari total 360 unit RTLH, mayoritas berasal dari program yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Timur sebanyak 277 unit. Sementara itu, Pemkab Tulungagung mengalokasikan bantuan untuk 75 unit rumah, sedangkan delapan unit lainnya melalui program TMMD.
“Pelaksanaan bedah rumah dari APBD Jawa Timur saat ini sudah berjalan sekitar 30 persen. Sedangkan untuk APBD Tulungagung masih menunggu realisasi anggaran melalui perubahan anggaran keuangan (PAK),” jelasnya.
Makrus menjelaskan, setiap rumah penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp20 juta. Namun, mekanisme penyaluran bantuan berbeda antara program yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur dan APBD Kabupaten Tulungagung.
Bantuan dari APBD Provinsi Jawa Timur diberikan dalam bentuk material sesuai kebutuhan pembangunan rumah, disertai pendampingan selama proses pengerjaan. Sedangkan bantuan dari APBD Kabupaten Tulungagung disalurkan langsung melalui rekening pemilik rumah dalam bentuk hibah.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati hunian yang lebih layak, sehat, dan aman, sehingga kualitas kesejahteraan warga juga ikut meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Makrus.


