Belasan Keluarga di Sampang Dapat Bantuan Bedah Rumah Tahun ini
SAMPANG, FaktualNews.co – Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kembali mengalokasikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2026.
Totalnya, sebanyak 19 unit rumah akan mendapatkan bantuan perbaikan dengan anggaran ratusan juta rupiah yang bersumber dari APBD.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Rakyat dan Permukiman DLH Perkim Sampang, Abdur Rokib, menjelaskan bahwa dari total jumlah tersebut, mayoritas bantuan diperuntukkan bagi RTLH reguler yang berada di luar kawasan kumuh.
“Untuk bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sampang tahun 2026, ada 17 unit untuk RTLH luar kumuh atau RTLH reguler,” ujar Abdur Rokib, Jumat (24/4/2026).
Sementara untuk bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akibat bencana ada 2 unit. “Jadi total tahun ini ada 19 unit rumah yang mendapatkan program bantuan RTLH,” tuturnya.
Ia menambahkan, setiap unit rumah penerima bantuan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp30 juta.
“Anggaran untuk RTLH tahun ini sebesar Rp30 juta per unit, sehingga totalnya mencapai Rp570 juta,” jelasnya.
Menurutnya, penerima bantuan program RTLH tahun ini tersebar di berbagai desa di seluruh kecamatan di Kabupaten Sampang. Adapun penentuan penerima dilakukan melalui mekanisme usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan pada tahun sebelumnya.
“Penentuan penerima RTLH itu dari usulan Musrenbang kecamatan pada tahun sebelumnya,” terangnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua usulan dari Musrenbang dapat langsung direalisasikan. Hal tersebut bergantung pada kemampuan anggaran daerah yang tersedia.
“Dari usulan Musrenbang kecamatan itu tidak semuanya langsung mendapatkan bantuan, karena tergantung pada pendanaan dari kabupaten. Untuk RTLH baik reguler maupun RTLH akibat bencana, anggarannya bersumber dari APBD,” imbuhnya.
Pemerintah daerah berharap pelaksanaan program RTLH tahun 2026 dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat penerima bantuan bisa segera merasakan manfaat dari perbaikan rumah yang lebih layak huni.
“Kami berharap program ini bisa segera dikerjakan agar dapat segera dinikmati oleh penerima bantuan,” pungkasnya.


