SITUBONDO, FaktualNews.co-Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua truk boks dan satu minibus terjadi di Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di Jalan Raya Desa Curahkalak, Kecamatan Jangkar, Jumat (5/6/2026).

Akibat peristiwa ini, tiga penumpang minibus mengalami luka-luka dan Jalur Pantura sempat mengalami macet total.

Tiga korban luka merupakan penumpang minibus bernomor polisi G 1492 QB yang dikemudikan AR (29), warga Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Meski bagian depan minibus ringsek parah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Para korban luka yang saat ini menjalani perawatan di RSU Situbondo adalah: AE (36), warga Maron, Probolinggo: mengalami luka robek di dahi, luka robek di kaki kiri, dan lecet di tangan kanan. NS (29) warga Maron, Probolinggo: mengalami luka robek di telapak tangan kiri dan lecet di kaki kiri.

Sedangkan seorang remaja berinisial RI (18), warga Desa Jurangjero, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, korban  mengalami luka robek di dahinya.

Kecelakaan ini bermula ketika truk boks L 8531 UP yang dikemudikan PA (22), warga Kabupaten Gresik, dan truk boks B 9642 UO yang dikemudikan MA (46), warga Kota Malang, sama-sama melaju dari arah barat ke timur. Posisi truk boks yang dikemudikan MA berada di depan.

Saat melintas di lokasi kejadian, truk boks yang dikemudikan PA mencoba menyalip truk boks di depannya. Pada saat yang bersamaan, minibus yang dikemudikan AR melaju dari arah berlawanan (timur ke barat). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun tidak dapat dihindari.

“Meski tidak ada korban jiwa, Jalur Pantura Situbondo sempat macet total karena ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan menutup badan jalan,” ujar Anwar, salah seorang warga di lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, Ipda Hariyanto, mengonfirmasi bahwa kecelakaan dipicu oleh kelalaian salah satu pengemudi truk boks saat mendahului kendaraan lain.

“Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, penyebab tabrakan beruntun ini karena sopir truk boks berinisial PA tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan saat mendahului truk di depannya,” terang Ipda Hariyanto.