Sekretaris Komis A DPRD: Pejabat Berwenang Harus Segera Konfirmasi
Kades Podoroto Jombang Kepergok Berduaan Sekamar dengan Perempuan Oknum ASN Kantor Kecamatan
JOMBANG, FaktualNews.co-Terkait berita viral kepergoknya Adhim, Kades Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, berduaan sekamar dengan perempuan oknum ASN Kantor Kecamatan Kesamben, memantik reaksi anggota DPRD setempat.
Sekretaris Komisi A DPRD Jombang, Kartiyono mengatakan, sebenarnya pejabat atau instansi berwenang harus segera melakukan konfirmasi terhadap kedua pejabat publik tersebut.
Menurut Kartiyono, pihak Inspektorat Jombang jangan hanya mengatakan tidak tahu berita oknum kades dan ASN yang tersebar viral di media massa.
“Pejabat berwenang segera lakukan konfirmasi, termasuk juga camat melakukan konfirmasi apalagi melibatkan ASN bawahanya,”ujar Kartiyono yang polisi PKB itu kepada FaktualNews.co Rabu (14/1/2026) melalui sambungan telephon.
Dikatakan Kartiyono, memang saat ini kedua oknum tersebut sudah ada sanksi moral karena viral di media massa. Namun, ketika dikonfirmasi adalah bisa menentukan perlu tidaknya sanksi administrasi.
Memang lanjut Kartiyono, kasus yang melibatkan Kades Podoroto Adhim yang kepergok berdua sekamar dengan wanita oknum ASN itu adalah delik aduan. Namun, meski begitu seharusnya pejabat berwenang harus melakukan konfirmasi terhadap kedua oknum pejabat publik tersebut.
“Karena itu, pejabat yang berwenang harus segera melakukan konfirmasi terhadap ASN yang terlibat tersebut, “katanya lagi.
Sementara itu, hingga kini Kades Podoroto Adhim, belum berhasil dikonfirmasi, meski berkali-kali dihubungi lewat pesan singkat atau telephon WhatsApp.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, citra kepala desa di Kabupaten Jombang tercoreng. Pasalnya, oknum Kepala Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, tertangkap basah sekamar berduaan dengan perempuan pegawai Kantor Kecamatan Kesamben di sebuah hotel di Mojokerto.
Peristiwa memalukan tersebut terjadi Jumat (2/1/2026) siang di wilayah hukum Polsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Oknum kades berinisial A itu berduaan dengan seorang wanita pegawai Kecamatan Kesamben.
Informasi yang beredar menyebutkan, pengungkapan kejadian ini bermula dari kecurigaan suami sah sang wanita.
Ia melacak keberadaan istrinya melalui aplikasi pelacak di telepon genggam, hingga akhirnya diketahui berada di sebuah hotel di Mojokerto.
Suami wanita tersebut kemudian mendatangi hotel dan meminta bantuan pihak resepsionis dengan menunjukkan buku nikah sebagai bukti status pernikahan.
Setelah mendapat akses ke kamar yang dituju, keduanya didapati berada bersama dalam satu ruangan.
Kapolsek Prajurit Kulon, AKP Edi Purwo Santoso, kepada wartawan membenarkan adanya laporan awal dari seorang pria yang mendatangi Mapolsek setempat terkait dugaan perselingkuhan istrinya.
“Benar, pada Jumat (2/1/2026) sore ada seorang laki-laki datang ke Polsek ingin melaporkan istrinya, namun kemudian mengurungkan niatnya,” ujar AKP Edi saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Namun demikian, AKP Edi menegaskan bahwa kasus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum karena pelapor memilih untuk tidak membuat laporan resmi.
Akibatnya, kepolisian tidak melakukan pendataan identitas maupun pemeriksaan lebih lanjut.
“Terkait siapa saja yang terlibat, kami tidak bisa memastikan karena laporan tidak jadi dibuat,” jelasnya.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jombang ataupun instansi terkait terkait dugaan keterlibatan oknum kepala desa dan pegawai kecamatan dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Kades Podoroto, berinisial A belum FaktualNews.co berhasil konfirmasi.
Sementara Ketua BPD Podoroto M Irwani, saat dihubungi FaktualNews.co mengatakan, secara internal BPD Podoroto sudah membahas terkait ulah orang nomor satu di Desa Podoroto tersebut.
“Secara internal BPD sudah membahas masalah itu, kami tetap mengedepankan praduga tak bersalah. Dan pak kades kepada kami mengatakan tidak benar jika ia berduaan dengan perempuan sebagaimana ramai diberitakan. Katanya pak kades ngopi bertiga,”ujar M Irwani.
M Irwani menambahkan, terkait ramainya pemberitaan tentang kades tersebut hingga kini warga Podoroto juga tidak ada yang mempertanyakan.
“Saya kemarin juga standby (siaga) di balai desa, namun tidak ada warga yang datang,”pungkas M Irwani.


