Keluarga Korban Mutilasi Asal Lamongan Jemput Potongan Jenazah untuk Dikebumikan
LAMONGAN, FaktualNews.co-Duka mendalam menyelimuti Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Tangis pecah tak terbendung saat kabar memilukan tentang Tiara Angelina Saraswati (25) gadis muda yang dikenal ramah dan santun kembali ke rumah dalam peti mati.
Bukan karena sakit, bukan karena kecelakaan. Tapi karena dibunuh dan dimutilasi oleh sosok yang ia percaya suami sirinya sendiri.
Sejak pagi, rumah sederhana di ujung gang RT 03 RW 03 itu berubah menjadi lautan air mata. Tenda biru dan deretan kursi plastik hijau berjajar di halaman rumah duka, menanti kedatangan jenazah yang kini masih dalam perjalanan dari RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo.
“Pak Darmadi, ayahnya, yang menjemput langsung ke rumah sakit. Jenazahnya sudah dalam perjalanan,” ungkap Ketua RT Made Kidul, Sukendro, Selasa (9/9/2025).
Sementara itu, sang ibu dan adik Tiara tampak tegar menerima setiap tamu yang datang menyampaikan bela sungkawa, meski sorot mata mereka kosong menahan duka yang seolah tak mampu dijelaskan dengan kata.
Di tengah suara doa yang mengalun dari masjid desa, para tetangga dan pemuda kampung bahu-membahu mempersiapkan pemakaman. Di dalam, suasana haru makin terasa saat pemberangkatan jasad Tiara yang terpotong-potong untuk dimakamkan bersamanya.
Kepala Desa Made, Eko Widianto, membenarkan bahwa proses penjemputan jenazah masih berlangsung.
“Kita belum tahu pasti kapan tiba. Tapi seluruh warga sudah bersiap menyambut almarhumah dan mendampingi keluarga,” ujarnya dengan suara pelan.
Tragedi ini terungkap pada Sabtu (6/9/2025) lalu, saat warga kawasan Pacet–Cangar, Mojokerto, digemparkan temuan potongan tubuh manusia yang tercecer di semak-semak jurang Gunung Welirang. Pencarian yang dramatis oleh tim SAR, polisi, dan warga akhirnya mengungkap identitas korban adalah Tiara, perempuan muda asal Lamongan yang dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya.
Lebih memilukan lagi, pelaku utama dalam kasus mutilasi ini adalah Alvi Maulan 24 tahun, pria asal Labuhan batu, Sumatera Utara yang ternyata merupakan suami siri korban sendiri.
Motif pembunuhan masih didalami polisi, namun dugaan kuat mengarah pada kecemburuan dan konflik rumah tangga.
Kini, yang tersisa hanyalah kenangan. Tentang seorang putri yang pergi dengan cara paling tragis yang bisa dibayangkan kedua orang tuanya.


