JEMBER, FaktualNews.co – Seorang pria bernama Erfan Efendi (37) asal Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, Jember, dikabarkan hilang oleh keluarganya sejak pukul 00.00 WIB, jumat dini hari (7/2/2025) kemarin. Korban ditemukan tewas di dalam sumur dalam rumahnya sekitar pukul 18.00 WIB, sabtu (8/2/2025) petang. Korban diketahui sehari-hari hanya tinggal berdua dengan bapak kandungannya bernama Timin. Jasad korban diketahui dalam posisi mengambang dan tertelungkup di permukaan sumur.

“Jadi sebelumnya kita menerima laporan dari masyarakat tentang adanya mayat yang ada di dalam sumur rumah Pak Timin. Selanjutnya kita mendatangi lokasi kejadian, dan dari hasil olah TKP bahwa benar mayat tersebut berada di sumur dengan kedalaman kurang lebih 18 meter,” kata Kanit Reskrim Polsek Panti Aipda Dhian Saputra, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi kejadian. Polsek Panti sendiri langsung melakukan koordinasi tindak lanjut dengan perangkat desa setempat, relawan, dan Basarnas Jember.

“Untuk membantu proses evakuasi korban dari dalam sumur. Alhamdulillah proses evakuasi berlangsung lancar dan aman. Diketahui mayat tersebut adalah Erfan Efendi, putra dari Pak Timin,” ucapnya. Korban diketahui sudah meninggalkan rumah sejak jumat dini hari. Korban yang juga mengalami gangguan jiwa ini menurut keterangan keluarga dan masyarakat setempat, kerap meninggalkan rumah tanpa berpamitan.

“Diketahui saat ada keluarga yang hendak mandi, melihat ke dalam sumur. Didapati ada mayat mengambang itu. Kemudian setelah dievakuasi dari dalam sumur oleh Basarnas dan relawan. Ternyata korban adalah yang dikabarkan hilang itu,” ucapnya. Pihak keluarga sendiri menerimanya sebagai sebuah musibah dan menegaskannya dengan menulis surat pernyataan resmi.

“Jasad korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi lebih lanjut. Tapi langsung akan disucikan oleh pihak keluarga, kemudian dilanjutkan dengan dimakamkan secara layak. Pertimbangan itu, juga dikuatkan dengan tidak ditemukan luka bekas penganiayaan dari pemeriksaan fisik luar tubuh korban,” ulasnya. Proses evakuasi jasad korban dari dalam sumur sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.

“Posisi korban berada di dalam sumur. Kurang lebih posisinya berada di permukaan air, dari mulut sumur sampai permukaan air itu kurang lebih 14-15 meter. Untuk kedalaman sumur kurang lebih 18-20 meteran,” ujar Andinata Dantim Pos Basarnas Jember. Dalam proses evakuasi, kata Andinata, terdapat kendala cukup sulit, diantaranya Ketika proses evakuasi juga terjadi pemadaman listrik.

“Juga dari volume (lingkaran) sumurnya yang agak sempit. Diduga di dalam sumur itu, juga tipis oksigen. Jadi kita tadi menggunakan SCBA (alat bantu pernapasan untuk menyelam) dalam evakuasi korban. Maka dari itu proses evakuasi berjalan cukup lama, kurang lebih 45 menit,” ulasnya. Ketika dievakuasi kondisi korban telungkup, dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian dan keluarga. Korban pun langsung dimandikan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.