JOMBANG, FaktualNews.co-Tekanan ekonomi global yang masih berfluktuasi mendorong pelaku industri untuk mencari strategi alternatif agar tetap bertahan tanpa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satu langkah tersebut diterapkan perusahaan pengolahan kayu di Kabupaten Jombang PT Aksha Karunia Mill yang memilih beradaptasi melalui perluasan pasar dan penguatan internal.

Perusahaan tersebut memprioritaskan diversifikasi pasar ekspor sebagai upaya menjaga stabilitas produksi. Negara-negara di kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan India kini menjadi tujuan baru guna mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika Serikat.

HRD Manager perusahaan, Ana Damaiwati, menyampaikan bahwa pembukaan pasar baru menjadi langkah utama untuk menjaga keberlangsungan operasional sekaligus mempertahankan tenaga kerja.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berupaya keras agar tidak terjadi pengurangan karyawan.

“Kami terus mencari peluang pasar baru supaya kegiatan produksi tetap berjalan dan tidak berdampak pada pengurangan tenaga kerja,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Selain ekspansi pasar, perusahaan juga melakukan pembenahan di sisi internal. Efisiensi dilakukan melalui optimalisasi kinerja mesin produksi, peningkatan kualitas lingkungan kerja, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Ana menjelaskan bahwa perusahaan juga menerapkan skema insentif guna menjaga produktivitas karyawan.

Menurutnya, pemberian bonus bagi pekerja yang hadir penuh dan mencapai target produksi menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga semangat kerja.

Ia menambahkan, insentif tersebut diharapkan mampu menekan tingkat absensi sekaligus mendorong kinerja tetap optimal di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Di sisi lain, peningkatan kompetensi tenaga kerja juga menjadi fokus perusahaan. Program pelatihan, baik soft skill maupun hard skill bersertifikat, terus digalakkan untuk meningkatkan daya saing karyawan.

Menurut Ana, langkah ini tidak hanya berdampak pada kualitas tenaga kerja, tetapi juga mendukung efisiensi operasional perusahaan secara keseluruhan.

Upaya mempertahankan tenaga kerja ini turut diperkuat dengan capaian perusahaan dalam menjaga standar keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan tercatat meraih penghargaan Zero Accident dengan lebih dari 3,6 juta jam kerja tanpa kecelakaan, serta penghargaan di bidang kesehatan kerja.

Selain itu, keberlanjutan usaha juga dijaga melalui penggunaan bahan baku kayu yang telah bersertifikasi legal seperti SVLK dan FSC, sehingga produk tetap memiliki daya saing di pasar global.

Tidak hanya berfokus pada bisnis, perusahaan juga aktif menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari donor darah hingga program keagamaan dan aksi berbagi.

Dengan berbagai strategi tersebut, manajemen optimistis mampu menghadapi tekanan ekonomi global tanpa harus mengambil langkah PHK, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dan kesejahteraan karyawan.