Hilal Belum Tampak, Warga Jombang Bersiap Lebaran Hari Sabtu
JOMBANG, FaktualNews.co – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang melaksanakan pemantauan hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah di rooftop Bank Jombang, Kamis (19/3/2026) petang. Namun, dari hasil rukyatul hilal tersebut, bulan sabit awal Syawal belum berhasil teramati.
Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, menyampaikan bahwa secara perhitungan (hisab), posisi hilal sebenarnya sudah ada, tetapi belum memenuhi kriteria visibilitas untuk dapat dirukyat.
“Hari ini kita lakukan rukyatul hilal di titik rooftop Bank Jombang. Berdasarkan hitungan para ahli hisab, hilal sudah wujud, tetapi belum imkanur rukyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Indonesia mengikuti kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menetapkan kriteria tinggi hilal minimal 3 derajat agar dapat dinyatakan memenuhi syarat terlihat.
“Sementara hasil hisab menunjukkan ketinggian hilal masih sekitar 2 derajat sekian, sehingga belum mencapai batas minimal 3 derajat,” tambahnya.
Muhajir juga menyebutkan bahwa pemantauan hilal dilakukan secara serentak di 117 titik di seluruh Indonesia, dengan 28 titik di antaranya berada di Jawa Timur. Hasil dari seluruh titik tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pada malam hari.
“Kita masih menunggu laporan dari seluruh titik pantau. Nanti akan dilaporkan ke Kementerian Agama dan menjadi bahan sidang isbat untuk penetapan 1 Syawal 1447 H,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, maka ada kemungkinan dilakukan istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadan menjadi 30 hari.
“Jika di semua titik tidak berhasil melihat hilal, maka puasa disempurnakan 30 hari. Artinya, 1 Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ungkapnya.
Selain faktor ketinggian hilal, kondisi cuaca juga turut memengaruhi proses rukyat. Saat pemantauan berlangsung, langit di wilayah Jombang dilaporkan dalam kondisi mendung.
“Faktor cuaca jelas sangat berpengaruh. Jika tertutup awan atau mendung, maka sesuai hadis, puasa disempurnakan menjadi 30 hari,” pungkasnya.
Hingga saat ini, keputusan resmi penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama.


