BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Pasangan Suami Istri Ini Rayakan Resepsi Pernikahan di Eks Lokalisasi Dolly

Peristiwa   Dibaca : 350 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Pasangan Suami Istri Ini Rayakan Resepsi Pernikahan di Eks Lokalisasi Dolly
Ilustrasi
pernikahan

Ilustrasi

 

SURABAYA, FaktualNews.co – Ada saja hal unik untuk merayakan hari bahagianya sebagai pasangan suami istri, acara resepsi bukan diisi dengan ramah tamah sambil makan makanan enak, melainkan diisi dengan trip kunjungan wisata di eks lokalisasi Dolly dan Jarak.

Ya pasangan Erwin Fajar Hasrianda dan Fitriana Candra Dewi punya cara unik untuk merayakan hari bahagia mereka sebagai pasangan suami istri. Orang tua dan sejumlah kerabat dekat tampak hadir ke undangan pernikahan mereka.

Dilansir dari tribunnews.com sebanyak sepuluh becak wisata Dolly disiapkan untuk mengarak para tamu pasangan Erwin dan Fitri. Para tamu diajak mengunjungi eks wisma Barbara, Boarding Learning Center, pusat produksi UKM Samijali dan pusat produksi olahan rumput laut.

Baca Juga:  Aneh, Mau Kencing "Burung" Pria Asal Banyuwangi Menghilang

“Yang mengajak konsep nikah dengan sosial ini itu mas Erwin. Saya suka, karena konsepnya beda dan unik. Apalagi Mas Erwin nggak cuman mau numpang nikah di Dolly tapi ada kegiatan sosialnya,” ucap Fitri.

Usai acara resepsi dengan tour kampung eks lokalisasi Dolly, Erwin akan mengadakan bakti sosial pelatihan e-marketing ke warga Dolly dan Jarak.

Baca Juga:  Basa-basi Ketika Berlebaran, Hindari 'Pertanyaan Terlarang' Ini Berikut Tips dari Psikolog

Konsep pernikahan mereka memang dirancang dengan konsep sosial. Usai akad nikah, mereka sempat melakukan bakti sosial di panti asuhan At Taqwa di Jalan Beringin Jaya Surabaya.

Mulanya lulusan sekolah fashion dan desain Arva School ini mengaku susah mendapatkan izin dari keluarga. Tapi setelah dijelaskan tujuan dan alasan pernikahan konsep sosial ini, akhirnya kedua orang tua setuju.

Erwin pun tampak lega bisa menjalankan prosesi resepsi nikahan dengan konsep edukasi di eks lokalisasi Dolly dan Jarak ini.

Baca Juga:  Petugas KUA Tak Hadiri Akad Nikah di Pulau Giliraja, Begini Jadinya

“Saya ini sekolah dengan uang hasil pungutan pajak masyarakat. Saya merasa punya tanggung jawab moral untuk ikut menyelesaikan masalah yang ada di negeri saya,” kata lulusan S2 jurusan Genetika Wageningen University and Research Center Belanda ini.

Pria asal Bekasi ini mengaku tertarik dengan kondisi eks lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yang sudah ditutup pada tahun 2014 lalu. Menurutnya, tentu berat bagi warga sekitar yang mulanya bisa mendapatkan uang secara instan lalu harus anjlok lantaran usaha prostitusi ditutup.

Halaman
1 2
Editor
Sumber
tribunews.com
KOMENTAR