Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Diduga Depresi, Seorang Siswa SMA di Blitar Nekat Bunuh Diri

Peristiwa     Dibaca : 303 kali Jurnalis:
Diduga Depresi,  Seorang Siswa SMA di Blitar Nekat Bunuh Diri
FaktualNews.co/Dwi Haryadi/
Petugas di bantu warga mengevakuasi pelaku percobaan bunuh diri.

BLITAR, FaktualNews.co-Warga sekitar jembatan sungai Brantas di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, digegerkan ulah siswa kelas 3 SMA yang melakukan percobaan bunuh diri pada Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

Beruntung, siswa yang hampir melompat dari atas jembatan ini berhasil diselamatkan polisi dengan proses yang cukup menegangkan.

Adalah AR (19) warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, siwa SMA Negeri 1 Kota Blitar, yang nekat akan bunuh diri.

Seorang gurunya mengaku kaget ketika mendengar jika AR nekat mencoba bunuh diri. Lantaran dari pengamatan guru-guru siswa ini tidak memiliki masalah di sekolah. Hanya saja beberapa hari terakhir ini, memang sering izin tidak masuk sekolah.

“Kalau masalah psikis kita belum tahu, hanya saja sudah lima hari siswa ini tidak masuk sekolah. Katanya sakit fisik seperti biasa. Izinnya itu tidak lima hari berturut-turut tapi sehari izin besoknya masuk lalu besok izin lagi,” ungkap Ali Amron, walikelas AR.

Wali kelas ini menduga ada masalah dengan keluarganya yang membuat siswa ini depresi hingga mencoba bunuh diri. Sebab dari pengamatan pihak sekolah siswa ini tinggal bersama pamannya, sementara kedua orang tuanya masih ada.

“Kalau kita belum ketemu orang tuanya. Tapi yang jelas itu dari kata teman-temannya kalau siswa ini pernah mengaku kalau hidupnya tidak ada gunanya,” ujarnya.

Selanjutnya sekolah akan berupaya melakukan terapi kepada siswanya tersebut. Salah satunya dengan memberi pendampingan penuh dan memberi semangat tentang menjalani hidup dengan penuh semangat.

“Akan kita bantu untuk sembuh dengan memberi semangat kalau hidupnya sangat berguna. Dan kita ajak teman-temannya semua untuk memperhatikan,” pungkasnya. (Dwi Hariyadi)

.

Editor
Nurul Yaqin