Tarawih ‘Kilat’ di Blitar, 23 Rakaat Hanya 10 Menit, Begini Asal Muasalnya
BLITAR, FaktualNews.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Hikam Desa Mantenan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar dikenal sebagai pesantren yang menggelar salat tarawih kilat alias super cepat.
Bayangkan, salat tarawih yang berjumlah 23 tiga rakaat tersebut, hanya diselesaikan dalam waktu berkisar 7 hingga 10 menit.
Pengasuh Ponpes Hamba’ul Hikam, KH Aliya Udin mengatakan, salat tarawih cepat tersebut dilakukan sejak tahun 1907. Di ponpes ini para santri melakukan salat tarawih yang berjumlah 23 rakaat hanya membutuhkan kurang dari 10 menit.
“Kalau tidak salah, salat tarawih cepat ini dilakukan mulai tahun 1907. Pertama kali dilakukan sesepuh ponpes, yakni KH Abdul Ghofer. Beliau berpesan, kepada anak asuh di pondok, tradisi salat tarawih tercepat ini hendaknya dilestarikan,” jelasnya, Sabtu (16/4/2022) malam.
Menurut KH Aliya Udin, berdasarkan cerita dari KH Abdul Gofer, awal mula tarawih ini dilakukan dengan cepat, karena zaman dahulu masayarakat sekitar pondok merupakan para pekerja yang sibuk.
Jika diajak salat tarawih, mereka berdalih tidak sempat, karena tidak ada waktu. “Dari situ, Kiai Abdul Gofer kemudian melakukan salat tarawih dengan cepatnya, agar cepat selesai warga bisa beraktivitas kembali atau lebih cepat istirahat,” tuturnya.
Salah satu jamaah salat tarawih, Budi, warga Kediri mengaku sudah terbiasa tarawih di Ponpes Hamba’ul Hikam. Pasalnya sangat cepat dan dirinya bisa cepat istirahat.
“Saya sudah tiga tahun setiap bulan puasa salat tarawih di sini. Meskipun perjalanan satu jam, saya cukup senang dengan kecepatanya,” pungkasnya.
Ponpes ini selalu dipadati jamaah setelah salat Maghrib. Karena jika menjelang salat tarawih tempatnya sudah penuh dan sangat padat.


