Jalan, Jembatan dan Drainase Jadi Sorotan Musrenbang di Kecamatan Pangarengan Sampang
SAMPANG, FaktualNews.co – Persoalan infrastruktur kembali mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sampang di Kecamatan Pangarengan, Senin (2/1/2026).
Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan pemerintah kecamatan untuk menyuarakan kebutuhan pembangunan yang hingga kini dinilai belum sejalan dengan potensi wilayah.
Camat Pangarengan, Norholis, menyampaikan bahwa Kecamatan Pangarengan memiliki potensi besar berbasis kearifan lokal dan ekonomi desa yang dapat dikembangkan menjadi wisata desa dan penggerak perekonomian masyarakat.
“Di Pangarengan ada budaya Rokat Tasek di Desa Apaan dan Rokat Sumur Agung di Desa Pangarengan. Selain itu juga ada potensi ternak itik petelur, BUMDes, kelompok peternak, hingga budidaya ikan nila. Potensinya lengkap,” ujar Norholis.
Namun, Norholis menegaskan bahwa potensi tersebut belum ditunjang infrastruktur yang memadai. Sejumlah persoalan mendasar masih belum terselesaikan hingga saat ini.
“Salah satunya pembangunan jembatan di Pangarengan yang sampai sekarang belum ada kejelasan. Selain itu, jalan kabupaten penghubung Pangarengan–Torjun juga belum terealisasi,” ungkapnya.
Masalah infrastruktur lain yang menjadi sorotan adalah kondisi saluran drainase di sepanjang jalan provinsi. Menurut dia, kapasitas drainase yang ada sudah tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga kerap terjadi luapan ke badan jalan saat hujan deras.
“Beberapa waktu lalu, saluran di depan balai Desa Apaan sempat jebol dan menyebabkan bangunan dari bantuan BK provinsi roboh. Memang sudah diperbaiki, tapi secara umum drainase dari Desa Apaan sampai Pangarengan masih kecil dan tidak memadai, terutama di depan Pasar Pangarengan,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan banjir berulang dan mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Melalui Musrenbang RKPD 2027, Norholis kembali mengusulkan sejumlah agenda strategis infrastruktur, di antaranya pembangunan drainase yang memadai di sepanjang jalan provinsi, realisasi Jalan Lintas Selatan Madura (JLSM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kecamatan Pangarengan dan Kecamatan Sreseh, serta pembangunan jalan penghubung Pangarengan–Torjun yang layak.
Selain itu, pembangunan jalan poros desa yang menghubungkan Desa Pangarengan, Desa Apaan, dan Desa Gulbung juga dinilai mendesak. Sebab, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang selalu diusulkan dalam setiap Musrenbang kecamatan.
“Harapan kami, usulan-usulan ini tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar menjadi perhatian dan bisa direalisasikan,” kata Norholis.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, menilai wilayah pesisir Pangarengan memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, dan pertanian yang perlu dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan.
Namun, Yuliadi juga mengingatkan adanya keterbatasan anggaran daerah akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Apabila anggaran transfer pusat mengalami penurunan, tentu program kegiatan di Kabupaten Sampang juga ikut menurun,” ujarnya.
Meski demikian, Yuliadi memastikan bahwa seluruh usulan dari Musrenbang Kecamatan Pangarengan akan tetap ditampung dan dibahas di tingkat kabupaten.
“Harapannya semoga usulan dari kecamatan Pangarengan bisa terakomodir oleh pemerintah kabupaten Sampang,” pungkasnya.(Zainullah)


