Nyaris Terbalik, Tongkang Bermuatan Material Konstruksi Kandas di Perairan Baluran
SITUBONDO, FaktualNews.co – Kapal tongkang TK Karya Indah III yang mengangkut 1.514,88 metrik ton (MT) alat konstruksi mengalami kecelakaan laut di perairan Pantai Merak, Kawasan Taman Nasional (TN) Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Kapal tongkang milik PT Jawa Dwipa Perdana tersebut, mengalami kebocoran lambung setelah dihantam cuaca buruk saat melintas di perairan Situbondo pada Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat tugboat TB BMB 89 yang menarik tongkang TK Karya Indah III bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (27/6/2026). Kapal tersebut sedianya berlayar menuju Pelabuhan Kempo, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, saat melintas di perairan Situbondo sekitar pukul 05.40 WIB, kapal terjebak cuaca buruk.
Hantaman ombak besar mengakibatkan lambung kanan tongkang bocor hingga kapal mulai miring. Nakhoda kapal, Alip Joko Yuwono, segera memerintahkan kru untuk mengarahkan kapal ke pulau terdekat yang berjarak 3,5 mil laut guna melakukan evakuasi darurat.
Kondisi kapal semakin kritis pada pukul 07.10 WIB. Tongkang yang miring hingga 45 derajat dan nyaris terbalik membuat nakhoda mengambil keputusan cepat dengan memerintahkan ABK melepaskan tali penarik (towing). Akibat kemiringan ekstrem ini, sebagian besar muatan alat konstruksi jatuh dan tenggelam ke laut.
Dalam kondisi darurat tersebut, kru kapal berupaya keras mengamankan tongkang ke area dangkal di Pantai Merak Baluran. Tongkang seberat 630 GT itu akhirnya berhasil dikandaskan dengan aman di perairan dangkal agar tidak tenggelam sepenuhnya. Sementara itu, kapal penarik TB BMB 89 (86 GT) dilaporkan dalam kondisi aman.
Kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan cukup besar. Selain kerusakan pada lambung kanan dan reling tongkang, sejumlah material penting jatuh ke laut. Sejumlah barang yang tenggelam meliputi sekitar 300 batang tiang pancang, satu unit crane, mesin jangkar beserta jangkarnya, tiga unit jangkar pancang, satu unit genset, enam buah besi material pendukung tiang pancang, serta satu unit sepeda motor operasional Honda Vario yang mengalami rusak berat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut ini. Seluruh kru yang berjumlah 8 orang, termasuk nakhoda, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Proses penanganan darurat melibatkan sinergi dari 4 personel Danposal Jangkar, 4 personel Petugas Wilker Jangkar KSOP Kelas IV Panarukan, serta dibantu oleh masyarakat nelayan Dusun Merak.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan Situbondo, Herland Aprilyanto, membenarkan bahwa kapal tongkang tersebut dikandaskan di perairan Situbondo setelah lambung kanannya bocor akibat cuaca buruk. Pihaknya langsung bergerak cepat merespons insiden tersebut begitu menerima laporan.
“Begitu ada informasi mengenai kapal tongkang yang kandas di perairan Situbondo, petugas gabungan langsung mengevakuasi ABK tugboat dan tongkang ke Kantor KSOP Kelas IV Panarukan Wilayah Kerja (Wilker) Jangkar,” ujar Herland Aprilyanto, Jumat (3/7/2026).
Herland menambahkan, pihaknya kini tengah menyelidiki penyebab pasti kandasnya kapal tongkang bermuatan alat konstruksi tersebut.
“Petugas gabungan dari KSOP Kelas IV Panarukan Wilker Jangkar dan Satpolairud Polres Situbondo saat ini sedang meminta keterangan dari nakhoda dan ABK tugboat tersebut,” pungkasnya.


