LAMONGAN. FaktualNews.co-Polsek Sukodadi menindaklanjuti terkait adanya gerombolan pemuda yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung di Jalan Raya Menongo, Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jumat (20/2/2026) dini hari.

Informasi mengenai keberadaan kelompok tersebut diterima petugas piket Polsek Sukodadi sekitar pukul 02.00 WIB dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas para pemuda.

Namun, saat Kanit Reskrim bersama anggota piket jaga tiba di lokasi, kelompok pemuda tersebut sudah lebih dulu membubarkan diri.

Aparat tidak berhasil mengamankan para pelaku di tempat kejadian dan petugas hanya menemukan dan mengamankan barang bukti yang ditinggalkan di lokasi, berupa tiga unit sepeda motor serta tiga sarung yang telah dililit kabel dan selang, yang diduga akan digunakan sebagai alat perang sarung.

Seluruh barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Sukodadi untuk diamankan dan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari.

“Pengawasan dari keluarga sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya. Jumat (20/2/2026).

Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban lingkungan. Khususnya menjelang bulan Ramadan, dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan seperti perang sarung, balap liar, penggunaan petasan berlebihan, maupun konvoi di jalan raya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan positif dan hindari perbuatan negatif serta segala bentuk tindakan yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Diharapkan kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin dan langkah antisipatif, khususnya pada malam hingga dini hari, mengingat aksi perang sarung kerap terjadi dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.