TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Serapan gabah yang dilakukan Kantor Cabang Perum Bulog Tulungagung sudah mencapai 71,25 persen dari total target serapan 80 ribu ton. Hal ini membuat stok beras yang dikuasai Perum Bulog telah mencapai 85 ribu ton, sehingga ketersediaan gudang mengalami kelebihan kapasitas.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, pihaknya telah menyerap gabah dari hasil panen petani di Tulungagung sebanyak 57 ribu ton. Pihaknya bahkan optimis jika target serapan gabah sebanyak 80 ribu ton bisa terpenuhi pada musim panen kedua nanti.

“Melalui serapan gabah itu, saat ini kami telah menguasai stok beras sebanyak 85 ribu ton untuk di wilayah Kabupaten Tulungagung saja,” kata Yonas Haryadi Kurniawan, Rabu (17/6/2026).

Stok beras yang terlalu melimpah membuat enam gudang penyimpanan milik Cabang Perum Bulog Tulungagung telah over capacity. Bahkan puhaknya telah menyewa sebanyak 15 gudang tambahan di Tulungagung, Trenggalek dan Blitar Kota/Kabupaten.

“Kami punya enam gudang yang tersebar di empat wilayah yakni Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar Kota/Kabupaten. Untuk menampung stok beras di Tulungagung saja hanya muat 80 ribu ton,” ungkapnya.

Penambahan gudang ini untuk menampung hasil serapan gabah para petani selama masa panen pada semester kedua tahun 2026. Mengingat masih ada gabah yang harus diserap, sehingga penambahan gudang harus dilakukan untuk menampung stok beras yang telah terserap.

“Selain stok kita melimpah dari ketersediaan stok tahun sebelumnya, barang yang diserap juga masih ada, sehingga kami perlu menambah gudang tambahan,” ungkapnya.

Stok beras yang sangat melimpah ini untuk mendukung kebutuhan program bantuan pangan (Banpang), SPHP, serta berbagai program pemerintah lainnya. Nantinya stok beras ini akan difungsikan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah kerja Bulog Tulungagung.

“Selama penyerapan gabah masih kami lakukan, gudang-gudang penyimpanan ini akan terus bertambah,” pungkasnya.