LAMONGAN, FaktualNews.co – Persela Lamongan harus menghadapi tantangan berat bahkan sebelum kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 bergulir. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu dipastikan memulai musim dengan pengurangan satu poin akibat belum terpenuhinya aspek keuangan dalam proses lisensi klub.

Media Officer Persela, Fahruddin, menjelaskan manajemen sebenarnya telah berupaya memenuhi seluruh persyaratan lisensi yang ditetapkan operator kompetisi. Dari lima aspek penilaian, Persela berhasil memenuhi empat aspek, yakni olahraga, infrastruktur, hukum, serta personalia dan administrasi.

“Kendala terdapat pada aspek keuangan karena kami tidak memiliki data audit tahun 2025 yang menjadi salah satu syarat dalam proses lisensi klub,” ujar Fahruddin, Rabu (24/6/2026).

Akibat belum terpenuhinya syarat tersebut, Persela dijatuhi sanksi pengurangan satu poin dan akan memulai kompetisi dengan catatan minus satu poin di klasemen sementara.

Menurut Fahruddin, kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen dan tim yang tengah bersiap menghadapi musim baru dengan target bersaing di papan atas.

“Situasi ini tentu menjadi evaluasi bagi kami. Namun, kami tetap fokus mempersiapkan tim untuk menghadapi kompetisi,” katanya.

Manajemen Persela memilih menerima keputusan tersebut sebagai konsekuensi dari regulasi yang berlaku. Sanksi itu sekaligus menjadi pembelajaran agar tata kelola klub ke depan semakin profesional dan seluruh aspek lisensi dapat dipenuhi secara maksimal.

“Bagaimanapun ini adalah keputusan yang harus kami terima. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi Persela agar pengelolaan klub semakin profesional dan seluruh aspek lisensi dapat dipenuhi dengan baik,” tambahnya.

Di tengah ketatnya persaingan Pegadaian Championship 2026/2027, setiap poin akan sangat menentukan perjalanan Laskar Joko Tingkir dalam upaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan hukuman tersebut, Persela dituntut bekerja lebih keras sejak pekan pertama untuk menutup defisit poin yang telah lebih dulu membayangi.

Tak hanya Persela, sejumlah klub lain juga menerima sanksi pengurangan poin akibat persoalan lisensi. PSBS Biak mendapat hukuman pengurangan empat poin, Persiba Balikpapan tiga poin, PSIS Semarang dua poin, sedangkan Kendal Tornado, Persiku Kudus, dan Sumsel United masing-masing dikenai pengurangan satu poin.