TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Perum Bulog Tulungagung terus menggelontor beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP). Dalam sepekan, jumlah yang disalurkan mencapai 200 hingga 300 ton. Selain untuk menekan harga kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), langkah ini juga untuk mencegah kelangkaan beras.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, upaya ini dilakukan secara masif. Meski begitu, pihaknya mengakui jika sebenarnya harga beras di pasaran masih tergolong stabil dan belum mengalami lonjakan harga yang signifikan.

“Sebenarnya penggelontoran beras SPHP di pasaran secara masif ini untuk menekan harga kebutuhan pokok terutama beras agar tidak melambung tinggi,” kata Yonas Haryadi Kurniawan, Jumat (26/6/2026).

Selain itu, upaya ini juga amanah dari Pemerintah Pusat untuk memastikan beras tidak langka di pasar tradisional maupun ritel modern. Sehingga tidak sampai terjadi aksi borong (panic buying).

Ratusan ton beras SPHP yang digelontor setiap satu minggu sekali itu untuk pasar tradisional, sedangkan untuk pasar ritel modern disalurkan sesuai permintaan.

“Kami optimis harga kebutuhan pokok terutama beras di Tulungagung tetap stabil,” ungkapnya.

Selain itu, penggelontoran beras SPHP di Tulungagung juga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Tahun ini, Cabang Perum Bulog Tulungagung mendapat alokasi SPHP jagung sebesar 83 ribu ton dari total 122 ribu ton alokasi untuk wilayah Jawa Timur.

Alokasi SPHP jagung itu terbesar secara nasional, mengingat wilayah Blitar dan Tulungagung menguasai 30 persen pasokan telur nasional. Sedangkan realisasinya, saat ini telah mencapai 13 ribu ton.

“Selain alokasi SPHP jagung, Pemerintah Daerah bersama Bapanas juga tengah menggodok kerja sama (MoU) untuk memasukkan menu telur ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG),” pungkasnya.