Alasan Lirboyo Paling Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU, Ini Solusi Pecah Mitos Kediri
KEDIRI, FaktualNews.co – Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, kini menjadi magnet utama dalam bursa calon tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Selain memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan ideologi NU, Lirboyo dinilai sebagai titik temu paling representatif bagi ribuan alumni yang kini memimpin struktur organisasi NU di berbagai daerah.
KH Basori Alwi, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ibaad, menyatakan bahwa pemilihan Lirboyo bukan hanya soal kesiapan lokasi, melainkan momentum “pulang kampung” bagi para kader.
”Alhamdulillah, jika PBNU sudah memberikan wacana tersebut, kami dari Ponpes Roudhotul Ibaad sangat mendukung jika digelar di Jawa Timur. Harapan kami, bisa dipusatkan di Lirboyo,” ujar KH Basori saat ditemui, Jumat (3/7/2026).
Menurut KH Basori, faktor alumni menjadi alasan krusial. Mengingat mayoritas pengurus PCNU hingga tingkat ranting adalah jebolan Lirboyo, maka pesantren ini menjadi jangkar emosional sekaligus basis loyalitas NU yang tak terbantahkan.
”Lirboyo ini pondok besar yang sangat mencintai dan memperjuangkan NU. Ini momen tepat bagi alumni untuk kembali ke pondok,” jelasnya.
Di tengah optimisme tersebut, muncul pula wacana terkait mitos kuno di Kediri yang sering dianggap kurang ramah bagi pejabat tinggi negara. Menanggapi hal tersebut, KH Basori menawarkan solusi cerdas dan taktis untuk memecah kebuntuan psikologis tersebut tanpa harus membatalkan Lirboyo sebagai lokasi inti.
”Solusinya sederhana: pembukaan Muktamar bisa dilaksanakan di kabupaten sekitar Kediri, misalnya di Jombang, Blitar, atau daerah terdekat lainnya. Itu tidak apa-apa,” usul KH Basori.
Dengan skema tersebut, prosesi seremonial kenegaraan yang melibatkan Presiden dapat diselenggarakan di luar wilayah Kediri untuk mengakomodasi berbagai pandangan.
Sementara itu, seluruh rangkaian persidangan dan inti Muktamar tetap berpusat di Lirboyo.
Langkah ini didukung pula dengan kesiapan infrastruktur modern yang dimiliki Kediri saat ini. Keberadaan Bandara Dhoho serta akses jalan tol dinilai mampu menjawab tantangan logistik dan mobilitas peserta Muktamar.
”Fasilitas di Lirboyo dan sekitarnya sangat mendukung. Akses bandara dekat, jalan besar tersedia, semuanya memudahkan peserta,” pungkasnya.


