JOMBANG, FaktualNews.co – Jaringan pencurian rel kereta api di wilayah Sumobito, Jombang, akhirnya terbongkar hingga ke akarnya. Polisi mengungkap bahwa aksi nekat tersebut diduga diotaki oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Surabaya berinisial CIK (49).

​Terungkapnya peran CIK merupakan hasil pengembangan setelah polisi sebelumnya meringkus dua eksekutor lapangan.

Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengonfirmasi bahwa oknum abdi negara tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka utama atau aktor intelektual.

​“Peran CIK ini diduga sebagai orang yang menyuruh dan mengoordinir pengambilan rel kereta api untuk kemudian dijual. Jadi bukan hanya pelaku lapangan, tetapi ada aktor intelektual di balik aksi ini,” ujar AKP Bagus Tejo Purnomo, Rabu (15/4/2026).

Aksi ini rupanya telah dirancang secara matang sejak awal April 2026. CIK diduga menginstruksikan dua rekannya, MS (50) dan IS (44), untuk menggasak rel jenis R25 yang menjadi pagar pembatas di area Stasiun Curahmalang.

​Dari hasil kejahatan tersebut, para pelaku berbagi keuntungan. CIK diketahui menerima bagian sebesar Rp1 juta, sementara dua eksekutor lainnya masing-masing mendapatkan Rp400 ribu dan Rp800 ribu.

Kelompok ini sempat sukses menjual 22 batang rel pada aksi pertama (8/4). Namun, langkah mereka terhenti saat polisi menangkap basah para pelaku pada aksi kedua, Senin (13/4).

Selain sang otak pelaku, polisi juga meringkus seorang pengepul barang rongsok asal Diwek bernama IR (51). Ia diduga kuat berperan sebagai penadah yang membeli 1,1 ton rel hasil curian tersebut seharga Rp4,07 juta sebelum dijual kembali ke sebuah pabrik di Mojokerto.

​“Yang bersangkutan mengetahui barang itu berupa potongan rel kereta api, namun tetap membeli. Ini yang kami dalami sebagai unsur penadahan,” jelas Kapolsek.

​Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa 25 batang rel R25, ponsel, kendaraan operasional, hingga bukti transfer melalui dompet digital. Atas perbuatannya, para pelaku kini dijerat dengan pasal berlapis terkait pencurian dengan pemberatan serta penadahan.

​Meski empat orang telah diamankan, pihak kepolisian tidak berhenti di situ. Penyelidikan terus dilakukan untuk menyisir kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

​“Kami masih melakukan pendalaman, tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut terlibat dalam praktik pencurian maupun distribusi barang hasil kejahatan ini,” tegas AKP Bagus.