Insiden Santri Keracunan, Satgas MBG Jombang Semprot Pengelola Dapur
JOMBANG, FaktualNews.co – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan santri di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, memicu reaksi cepat otoritas Kabupaten Jombang.
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jombang kini melayangkan teguran keras kepada pihak pengelola dapur penyedia.
Insiden ini terjadi setelah para santri mengonsumsi menu berbuka puasa dari program MBG.
Ketua Satgas MBG Jombang, Agus Purnomo, menyatakan telah menerjunkan tim medis dari Dinas Kesehatan untuk menangani korban dan melakukan investigasi mendalam.
Langkah investigasi dimulai dengan pengambilan sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan.
Sampel tersebut kini telah dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk memastikan kandungan di dalamnya.
“Dinas Kesehatan sudah turun ke lokasi dan mengecek kondisi santri di PKU Muhammadiyah Betek. Sampel makanan sudah kami amankan untuk uji laboratorium. Kami masih menunggu hasil resminya,” jelas Agus Purnomo, Senin (9/3/2026).
Agus menegaskan, jika hasil uji laboratorium membuktikan adanya kelalaian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Betek, pihaknya tidak akan segan merekomendasikan sanksi berat kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Fakta mengejutkan terungkap bahwa Satgas sebenarnya telah mencium adanya ketidakberesan dalam operasional SPPG di lapangan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (4/3/2026) lalu, petugas menemukan sejumlah pelanggaran prosedur di beberapa unit.
“Temuan sidak pekan lalu sudah kami dokumentasikan. Hal ini akan memperkuat laporan evaluasi kami ke pusat (BGN),” tambah Agus.
Peringatan untuk 107 Unit SPPG di Jombang
Buntut dari insiden di Mojoagung ini, Satgas MBG Jombang memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola SPPG di Jombang yang berjumlah 107 unit. Mereka diminta untuk tidak main-main dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dinkes Jombang Tunggu Koordinasi Pimpinan
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengonfirmasi bahwa hingga Senin sore hasil uji laboratorium belum keluar. Ia menyatakan akan segera memberikan informasi terbaru setelah berkoordinasi dengan jajaran pimpinan daerah.
“Hasilnya belum keluar. Nanti akan kami update setelah berkomunikasi dengan Pak Sekda dan pimpinan lainnya,” ujar dr. Hexawan singkat.


