Bupati dan Gubernur Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Lamongan
LAMONGAN, FaktualNews.co-Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkualitas dan inklusif bagi masyarakat kurang mampu.
Senin (7/7/2025) kemarin, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Brondong.
Kunjungan ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Lamongan dalam mendukung program nasional yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sekolah Rakyat yang memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ini diharapkan mampu menjadi jalan lahirnya generasi unggul dan berdaya saing.
“Iya kemarin bersama Gubernur mengunjungi kesiapan SR Brondong Lamongan,” ujar Bupati Yuhronur saat dikonfirmasi, Selasa (8/7/2025).
Hadirnya SR lanjut Bupati Yuhronur pasti sangat kami dukung. Program ini sejalan dengan misi kedua Pemkab Lamongan tahun 2025, yakni meningkatkan kualitas SDM.
Ini langkah nyata mewujudkan SDM unggul, berdaya saing, dan berakhlak yang responsif terhadap perubahan zaman
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa SR Brondong merupakan salah satu dari 19 Sekolah Rakyat di Jawa Timur yang paling siap menyambut tahun ajaran baru 2025/2026.
Dari sisi infrastruktur, fasilitas pembelajaran, asrama, hingga tenaga pendidik dinilai sudah sangat memenuhi standar.
“Saya melihat SR Brondong sangat siap beroperasi. Fasilitas ruang belajar dan asrama memadai, guru dan kepala sekolah juga sudah siap. Ini akan menjadi model ideal bagi SR lainnya di Jawa Timur,” terang Gubernur Khofifah.
SR tingkat SMA ini memiliki tiga rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa. Proses pembelajaran akan dimulai 14 September mendatang, sementara penyiapan siswa direncanakan sejak 12 September guna memudahkan adaptasi sistem asrama.
“Langkah nyata ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah kunci utama pembangunan manusia. Kehadiran SR di Brondong diharapkan menjadi inspirasi daerah lain untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Khofifah.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa seleksi siswa dilakukan secara transparan, dengan surat keputusan dari pemerintah pusat. Tenaga pengajar pun telah dipetakan berdasarkan domisili agar efektif dan efisien.
“Menariknya, SR Brondong berbagi lokasi dengan SMK Maritim, yang tetap akan beroperasi dengan sistem blended learning. Sinergi dua institusi pendidikan ini diharapkan menjadi pusat keunggulan pendidikan berbasis vokasi dan karakter,” terangnya.
Tak hanya fokus pada pendidikan, dalam kesempatan yang sama juga disalurkan bantuan sosial senilai total Rp. 8,397 miliar. Bantuan tersebut mencakup berbagai program seperti ASPD, PKH Plus, KIP Putri Jawara, bantuan buruh pabrik rokok, hingga zakat produktif.


