JOMBANG, FaktualNews.co – Menghadapi tantangan dunia siber yang makin kompleks, puluhan siswa SMP di Jombang kini tidak hanya sekadar menjadi penikmat konten. Melalui agenda Safari Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital, mereka ditempa untuk memiliki keahlian jurnalisme sekaligus etika digital yang mumpuni.

​Acara kolaborasi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Jombang ini berlangsung intensif pada Jumat (18/4/2026). Bertempat di dua lokasi, yakni Aula Disdikbud dan Aula SMPN 1 Jombang, para siswa diajak menyelami dunia media dari hulu hingga hilir guna membangun personal branding yang positif.

​Bukan sekadar teori, para peserta dibekali lima pilar materi utama. Perjalanan literasi mereka dimulai dengan pembenahan pola pikir digital, mulai dari cara membedakan fakta dan hoaks, hingga menangkal bahaya cyberbullying.

​Masuk ke aspek teknis, para siswa SMP ini dilatih layaknya wartawan profesional. Mereka mempelajari teknik wawancara, penulisan berita berbasis 5W+1H, hingga pemanfaatan ponsel pintar untuk memproduksi karya visual melalui mobile journalism dan fotografi jurnalistik.

​Kepala Dinas Pendidikan Jombang, Wor Windari, yang membuka langsung kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kecakapan digital sebagai senjata wajib generasi masa kini.

​”Kami ingin anak-anak didik kita memiliki kecakapan digital yang mumpuni agar mereka siap menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis,” ujar Wor Windari dalam sambutannya.

​Sejalan dengan hal itu, Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Jombang, Yoni Tri Joko Kurnianto, melihat kegiatan ini sebagai peluang emas untuk memunculkan bibit-bibit kreatif dari lingkungan sekolah.

​”Semoga dari sini muncul kreativitas siswa yang mampu mengangkat potensi sekolah masing-masing melalui teknik jurnalistik yang tepat,” harap Yoni.

​Di sisi lain, PWI Jombang sebagai motor penggerak profesi jurnalis di daerah, menegaskan bahwa edukasi ini adalah langkah nyata untuk memagari generasi muda dari dampak negatif internet. Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, mengingatkan bahwa di balik sebuah informasi, terdapat tanggung jawab moral yang besar.

​”Tujuan utama kami adalah mengedukasi siswa agar mereka paham pentingnya integritas dalam menyebarkan informasi, sehingga mereka tidak mudah terjebak dalam arus hoaks atau konten negatif lainnya,” pungkas Muhammad Mufid.

​Melalui sinergi ini, para pelajar di Jombang diharapkan mampu bertransformasi menjadi penyebar informasi yang kritis, kreatif, dan menjunjung tinggi kejujuran di ruang publik digital.