Peta Ketum PBNU Dinamis, Delapan Nama Bersaing Menuju Muktamar ke-35 di Tambakberas Jombang
JOMBANG, FaktualNews.co — Sebanyak delapan figur dari berbagai latar belakang resmi masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Dinamika perebutan kursi pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama ini kian menghangat, meski peta dukungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) saat ini masih cair dan belum mengerucut pada satu figur yang dominan.
Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU, Prof. Moh. Mukri, mengungkapkan bahwa kedelapan nama yang meramaikan bursa pencalonan tersebut meliputi KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Nasaruddin Umar, Gudfan Arif, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Menurut Prof. Mukri, ramainya bursa pencalonan ini merupakan cerminan sehatnya iklim demokrasi dan ruang aspirasi di dalam tubuh organisasi.
”Kalau mulai banyak figur yang muncul dan ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU, itu merupakan hal yang wajar. Justru kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa demokrasi serta ruang penyampaian aspirasi di tubuh NU berjalan dengan baik,” ujar Prof. Moh. Mukri, Selasa (21/7/2026).
Kendati demikian, setiap bakal calon wajib memenuhi ambang batas dukungan minimal 99 suara dari PCNU maupun PWNU agar lolos sebagai calon resmi. Aturan ketat ini membuat peluang komunikasi politik dan koalisi antarkandidat terbuka sangat lebar.
”Sampai sekarang belum ada figur yang benar-benar menguasai dukungan mayoritas. Apabila dukungan seorang bakal calon tidak mencapai 99 suara, maka yang bersangkutan tidak bisa ditetapkan sebagai calon. Karena itu, kemungkinan terjadinya koalisi masih sangat besar dan peta kekuatan baru akan terlihat saat tahapan pencalonan resmi berlangsung,” jelasnya.
Sementara itu, di tengah cairnya konstelasi politik pencalonan, panitia pelaksana memastikan persiapan teknis Muktamar ke-35 di Tambakberas Jombang sudah matang. Fokus panitia kini dialihkan untuk merampungkan substansi persidangan yang krusial bagi arah organisasi ke depan.
”Saat ini fokus panitia sudah diarahkan pada penyempurnaan materi persidangan, mulai dari penyusunan arah kebijakan organisasi, rekomendasi strategis, hingga keputusan-keputusan penting yang akan ditetapkan dalam muktamar,” pungkasnya. (KabarJombang.com)


