SITUBONDO, FaktualNews.co – Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari dua warga yang dilaporkan hilang akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Jatibanteng, Situbondo. Hingga hari ketiga pencarian, Selasa (10/3/2026), keberadaan korban belum ditemukan.

Operasi pencarian ini melibatkan personel dari Basarnas Banyuwangi, Pusdalops BPBD Situbondo, Tagana Dinsos, Koramil, Polsek Jatibanteng, serta puluhan warga setempat. Dalam prosesnya, tim dilengkapi dengan alat komunikasi (HT), alat navigasi, kantong jenazah, hingga penggunaan unit drone untuk memantau area yang sulit dijangkau.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puryono, menjelaskan bahwa fokus pencarian hari ini diarahkan pada korban bernama Jaelani (53), warga Desa Sumberanyar. Ia diduga kuat terseret arus di aliran Dam Goa.

“Tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai Dam Goa. Meski sudah dibantu pantauan udara menggunakan drone, hingga saat ini tanda-tanda keberadaan korban Jaelani belum ditemukan,” ujar Puryono.

Sebelumnya, banjir bandang dilaporkan menyeret dua orang warga Jatibanteng. Selain Jaelani, satu korban lainnya adalah Tohari alias Pak Has (44), warga Desa Patemon, yang diduga terseret arus sungai di desa setempat.

Karena kondisi yang mulai gelap, operasi pencarian dihentikan sementara sore ini.

“Upaya pencarian akan kami lanjutkan kembali besok pagi, Rabu,” pungkas Puryono.