KEDIRI, FaktualNews.co – Ribuan pencari kerja tampak memadati area tersebut untuk menghadiri gelaran Job Fair Kediri 2026 yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (6-7/5/2026).​Antusiasme ini salah satunya datang dari Lila, seorang pelamar yang merasa sangat terbantu dengan adanya wadah ini di tengah sulitnya persaingan dunia kerja saat ini.

​”Dengan adanya job fair sangat membantu kami yang sedang mencari kerja. Saya sendiri daftar ke lowongan bagian administrasi, sesuai dengan kuliah jurusan saya,” ujar Lila di sela-sela kesibukannya memilih stan perusahaan.

​Acara ini secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sonny Subroto Maheri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bagi warga lokal untuk menjemput bola dalam mencari peluang ekonomi.

​”Ada banyak pilihan pekerjaan, termasuk program magang ke Jepang, pembukaan franchise usaha, hingga lowongan di sektor perbankan seperti BRI dan PAM,” ujar Sonny usai pembukaan acara, Rabu (6/5/2026).

Ia berharap momentum ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Kediri secara luas.

​Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, mengungkapkan bahwa pemilihan waktu Job Fair ini memang disengaja untuk menyambut para fresh graduate.

​“Momentum ini kami ambil karena sebagian besar siswa SMA dan SMK baru saja lulus, sehingga mereka bisa langsung mengakses peluang kerja,” kata Ibnu.

​Tercatat, mayoritas pencari kerja memang berasal dari lulusan SMA/SMK sebanyak 1.743 orang. Sisanya terbagi atas lulusan SMP (20 orang), D3 (39 orang), S1 (117 orang), hingga lulusan pascasarjana. Total tersedia 1.922 lowongan dari 42 perusahaan lintas sektor, mulai dari perbankan hingga pertanian.

​Pemerintah daerah optimis kegiatan ini dapat terus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang terus menunjukkan tren positif, dari 5,1 persen di 2024 menjadi 4,7 persen di 2025.

​“Job fair ini menjadi salah satu strategi kami untuk menurunkan tingkat pengangguran, selain pelatihan tenaga kerja dan program padat karya,” jelas Ibnu.

​Menariknya, Job Fair kali ini tidak hanymsekadar pameran lowongan kerja fisik. Disnaker mulai memperkenalkan sistem berbasis digital untuk çah.

“Banyak pencari kerja cukup melalui ponsel. Karena itu kami dorong digitalisasi agar akses lebih luas,” tegas Ibnu.