TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung terkena suspend atau pemberhentian operasional sementara. Pasalnya, ditemukan sarana dan prasarana (Sarpras) pada SPPG yang tidak memenuhi standar hingga adanya indikasi monopoli supplier.

Koordinator Wilayah, Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan, sebanyak 129 dapur SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Tulungagung. Namun dari total itu, sebanyak 18 dapur SPPG saat ini berstatus suspend.

“Total seluruh SPPG di Tulungagung saat ini sudah ada sebanyak 129 dapur SPPG. Sedangkan 18 dapur SPPG diantaranya terkena suspend,” kata Sebrina Mahardika, Jumat (12/6/2026).

Dapur SPPG yang terkena suspend itu karena beberapa faktor, seperti sarpras yang masih belum memenuhi standar. Kemudian adanya kejadian luar biasa (KLB) seperti dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) bahkan hingga adanya dugaan monopoli supplier.

Terkait dugaan monopoli supplier, BGN telah mengeluarkan aturan agar setiap SPPG harus memiliki minimal 15 supplier agar tidak menguntungkan pihak tertentu. Namun dari hasil evaluasi, pihaknya mendapati SPPG yang hanya memiliki tiga sampai lima supplier.

“Melalui hasil evaluasi yang kami lakukan menunjukan ada beberapa SPPG yang hanya memiliki tiga sampai lima supplier. Tentunya ini dibawah ketentuan batas minimal sebanyak 15 supplier,” ungkapnya.

Batas waktu pemberlakuan suspend tidak ditentukan secara pasti, namun dapat dicabut apabila SPPG telah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditentukan BGN. Artinya, semakin cepat perbaikan dilakukan, maka status suspend juga dapat segera dicabut.

Proses monitoring dan evaluasi masih terus dilakukan secara rutin, sehingga jumlah dapur SPPG yang terkena suspend masih bisa berubah. Namun, bagi penerima manfaat dari SPPG yang disuspend akan dialihkan ke dapur lain, sehingga pelayanab MBG tetap berjalan.

“Apabila ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan BGN pusat. Untuk penerima manfaat dari SPPG yang disuspen tidak perlu khawatir karana akan dialihkan ke SPPG lain,” pungkasnya.