​​KEDIRI, FaktualNews.co – Sektor peternakan di Kabupaten Kediri kembali menggeliat. Setelah sempat vakum sejak 2019, gelaran kontes sapi akhirnya kembali menyapa para peternak di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, pada Kamis (7/5/2026).

​Hadir langsung di lokasi, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan komitmennya agar ajang ini tidak lagi berhenti di tengah jalan.

​”Tahun depan harus bisa diselenggarakan lagi dengan euforia yang lebih besar. harapan saya ini bisa jadi kontes ternak terbaik di Jawa Timur,” kata Mas Dhito, usai memnerikan apresiasi sekaligus menyerahkan hadiah bagi para pemenang.

​Kembalinya kontes ini disambut antusias oleh 134 peserta dari 26 kecamatan. Persaingan ketat terjadi di tiga kategori, yakni sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil persilangan inseminasi buatan (IB), dan kategori paling bergengsi, kereman ekstrem. Luar biasanya, juara di kelas ekstrem mencatatkan bobot fantastis hingga 1 ton 214 kg.

Mas Dhito memaparkan bahwa tren populasi sapi di wilayahnya terus merangkak naik. Berdasarkan data, jumlah populasi pada tahun 2025 mencapai 216.886 ekor, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 214.715 ekor.

​Bagi Mas Dhito, data tersebut adalah modal penting bagi ketahanan pangan. Ia mengingatkan agar peristiwa pahit seperti wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat melumpuhkan pasar hewan tidak terulang kembali. Keberlanjutan stok vaksin menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Melalui kontes rutin ini, Pemkab Kediri berharap munculnya regenerasi peternak. Mas Dhito percaya bahwa potensi ekonomi di bidang ini sangat terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan kuat, tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan formal peternakan.

​”Sektor peternakan ini tidak melulu orang yang bergerak di bidang peternakan tapi bisa dilakukan secara otodidak atau yang punya kemampuan sungguh-sungguh. Ulet dan telaten kata kuncinya,” terangnya.