KEDIRI, FaktualNews.co – Di sebuah rumah sederhana di Jalan Kembang Kuning, Desa Kandat, Sholikah (50) tampak sibuk menggendong cucu kembarnya sambil sesekali melirik si sulung yang bermain.

Di pundak perempuan paruh baya inilah, nasib tiga bocah yatim,Arvino (7), serta si kembar Arcelio dan Arsenio (2 tahun 4 bulan) bergantung sepenuhnya.

​Kehidupan Sholikah berubah drastis sejak April lalu, saat putrinya meninggal dunia karena sakit. Sementara itu, sosok ayah dari ketiga anak tersebut seolah hilang ditelan bumi tanpa mempedulikan nasib darah dagingnya.

​”Ke sini datang pas istrinya tidak ada (meninggal) tapi tidak ngomong ke saya sama sekali anaknya bagaimana,” ungkap Sholikah dengan suara bergetar saat ditemui Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, pada Sabtu (9/5/2026).

​Kisah perjuangan Sholikah dan suaminya, Putut Sri Harmisworo (56), dalam merawat tiga cucu dengan keterbatasan ekonomi ini sampai ke telinga bupati. Mas Dhito langsung turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi keluarga tersebut.

​Untuk memenuhi kebutuhan susu formula dan popok si kembar, Sholikah mengandalkan jasa penggilingan bumbu, kopi dan kelapa di rumahnya. Hasilnya jauh dari kata mewah. Jika sedang ramai, ia hanya mengantongi sekitar Rp20 ribu. Sesekali, ia mendapat tambahan dari pesanan madumongso atau sambal pecel.​Meski hidup dalam himpitan ekonomi,
Sholikah enggan menyerah pada keadaan.

​”Pokoknya ada saja rezeki, nggak tau dari mana Insyaalloh saya bisa, buat beli susu, pampers, kalau minta makanan saya siapin pokoknya semampu saya,” ucapnya lirih.

​Melihat ketegaran Sholikah yang sesekali menyeka air mata, Mas Dhito memberikan penguatan moral. Ia memahami betul betapa berat beban yang harus dipikul pasangan lansia tersebut di masa tua mereka.

​”Apa yang ibu jalani pasti tidak mudah. Ibu harus kuat,” kata Mas Dhito menenangkan Sholikah.

​Tak sekadar datang berkunjung, Mas Dhito membawa sejumlah solusi konkret. Selain memperhatikan pendidikan Arvino yang kemungkinan akan disekolahkan di Sekolah Rakyat (SR), Pemkab Kediri juga akan menyasar penguatan ekonomi keluarga melalui bantuan peralatan usaha dan pelatihan manajemen keuangan.

​Kondisi hunian Sholikah yang memprihatinkan pun tak luput dari perhatian bupati muda tersebut. Bagian rumah yang bocor dan rusak akan segera diperbaiki agar ketiga bocah tersebut bisa tumbuh dengan layak.

​”Rumahnya tadi beberapa bagian ada yang masih bolong, kasihan kalau hujan angin pasti masuk ke dalam. Rumahnya akan kita perbaiki juga,” pungkas Mas Dhito.