LAMONGAN, FaktualNews.co – Ribuan personel gabungan memenuhi Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2026) sore. Namun, pemandangan itu bukan pertanda situasi genting ataupun persiapan menghadapi konflik.

Sebaliknya, kehadiran 2.057 personel tersebut merupakan langkah antisipasi untuk memastikan prosesi Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026 berlangsung aman, tertib dan lancar.

Apel pengamanan yang dipimpin jajaran Forkopimda Lamongan itu menjadi simbol keseriusan aparat dalam menjaga kondusivitas daerah. Mengingat kegiatan pengesahan merupakan agenda sakral yang melibatkan ribuan anggota PSHT, pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari lokasi kegiatan hingga akses perbatasan wilayah.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keamanan. Kegiatan yang sarat nilai persaudaraan tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa tradisi organisasi dapat berjalan tertib tanpa mengganggu masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. Seluruh kesepakatan yang tertuang dalam Maklumat Suro Aman dan Damai harus dipatuhi oleh seluruh peserta maupun pendukung kegiatan.

“Siapa pun yang melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada pengecualian,” tegas AKBP Arif Fazlurrahman. Kamis (18/6/2026).

Selain mengamankan jalannya acara, petugas juga mengantisipasi potensi gangguan ketertiban seperti konvoi dan arak-arakan yang kerap menimbulkan kemacetan maupun keresahan masyarakat. Karena itu, aparat bersama pengurus organisasi dan tim pengamanan internal PSHT berkomitmen mengedepankan pendekatan persuasif agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib.

Pengamanan melibatkan unsur Polres Lamongan, Brimob Polda Jawa Timur, Dit Samapta Polda Jawa Timur, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pamter PSHT, hingga koordinator lapangan.

Setelah apel, seluruh personel mengikuti Tactical Floor Game (TFG) untuk mematangkan pola pengamanan dan koordinasi di lapangan.

“Besarnya jumlah personel yang diterjunkan bukan karena adanya ancaman tertentu, melainkan bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” terang AKBP Arif.

Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan keluarga besar PSHT, prosesi pengesahan warga baru diharapkan menjadi momentum yang berlangsung khidmat, aman dan membawa pesan persaudaraan bagi seluruh warga Lamongan.