Nahkoda Baru Jurnalis Televisi Pantura, Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya
TUBAN, FaktualNews.co – Tongkat estafet kepemimpinan di tubuh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Pantura Raya resmi berganti. Melalui Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) II yang digelar di Kampus IAINU Tuban, Rabu (17/6/2026), para jurnalis televisi dari Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro secara aklamasi memilih Muhammad Mahrus sebagai Ketua IJTI Korda Pantura Raya periode 2026–2029.
Pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Forum yang dihadiri anggota IJTI dari berbagai daerah di kawasan Pantura Jawa Timur tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penentuan arah kepengurusan untuk tiga tahun ke depan.
Ketua IJTI Korda Pantura Raya periode 2023–2026, Khusni Mubarok, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang selama ini menjaga eksistensi organisasi di tengah dinamika dunia jurnalistik yang terus berkembang.
“Menjadi jurnalis bukan hanya soal mencari berita setiap hari, tetapi juga menyampaikan fakta dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang selama ini menjaga profesionalisme dan nama baik IJTI,” ujar Mubarok yang juga jurnalis JTV.
Selama masa kepemimpinannya, berbagai program berhasil dijalankan, mulai dari Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pelatihan jurnalistik, Ngaji Jurnalistik di sekolah-sekolah, hingga kegiatan sosial yang melibatkan anggota IJTI di wilayah Pantura Raya.
Menurutnya, salah satu capaian yang paling membanggakan adalah suksesnya pelaksanaan UKW yang mendapat apresiasi dari IJTI Pusat karena mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah, mulai Surabaya hingga Bojonegoro.
“Program-program yang sudah berjalan baik harus terus dilanjutkan agar IJTI semakin kuat dan tetap menjadi wadah peningkatan kompetensi jurnalis televisi di Tuban, Lamongan, maupun Bojonegoro,” katanya.
Pada Muskorda kali ini, Mubarok memutuskan tidak kembali mencalonkan diri karena kesibukan pekerjaan. Meski demikian, ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi yang selama ini menjadi kekuatan utama IJTI Pantura Raya.
“Saya berharap siapa pun yang terpilih mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota. Organisasi ini akan maju jika kita tetap solid dan saling mendukung,” tuturnya.
Dalam sidang pemilihan, forum sempat mengusulkan tiga kandidat, yakni Dion Fajar Ariyanto dari Pokja Tuban, Sumali dari Bojonegoro, dan Muhammad Mahrus dari Lamongan. Namun setelah melalui musyawarah dan mempertimbangkan kesiapan masing-masing calon, peserta Muskorda akhirnya sepakat menetapkan Mahrus sebagai ketua secara aklamasi.
Kepercayaan tersebut disambut Mahrus dengan komitmen untuk membawa IJTI Pantura Raya semakin aktif, solid, dan adaptif terhadap perkembangan dunia jurnalistik di era digital.
“Kami akan menjaga eksistensi IJTI di Pantura Raya, memperkuat solidaritas anggota, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar semakin profesional, kompeten, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Mahrus yang juga jurnalis TVOne.
Di bawah kepemimpinannya, IJTI Pantura Raya diharapkan tidak hanya menjadi rumah bagi para jurnalis televisi, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kualitas jurnalisme yang berintegritas di wilayah Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro.
Muskorda II ini sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru IJTI Korda Pantura Raya periode 2026–2029 yang akan mengemban berbagai program penguatan organisasi, peningkatan kompetensi anggota, advokasi profesi, hingga pengembangan teknologi informasi di kalangan jurnalis televisi Pantura Raya. “IJTI harus terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalisme yang profesional,” pungkas Mahrus.


