Pomal Banyuwangi Limpahkan Berkas Oknum TNI Penganiaya Remaja ke Malang
SITUBONDO, FaktualNews.co – Penyidik Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Banyuwangi menyatakan berkas perkara Prada MR (21) telah lengkap. Oknum anggota TNI AL tersebut merupakan pelaku penganiayaan terhadap seorang remaja berinisial DN (19), warga Situbondo.
Penyidik Pomal Banyuwangi kini telah melimpahkan berkas perkara Prada MR ke UPT Otmil III-11 Malang. Pelimpahan dilakukan setelah berkas kasus penganiayaan tersebut dinyatakan lengkap secara formil maupun materiil.
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Lanal Banyuwangi, Kapten Laut (PM) Agus Waluyo, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengamankan terduga pelaku setelah orang tua korban melapor. Oknum TNI AL yang berdinas di Surabaya tersebut langsung ditahan untuk memperlancar proses hukum.
“Untuk memudahkan proses penyidikan, sejak 2 Juni 2026 lalu Prada MR langsung dijebloskan ke sel tahanan Pomal Banyuwangi. Bahkan, hingga kini oknum TNI AL tersebut masih ditahan,” ujar Kapten Laut (PM) Agus Waluyo saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (17/6/2026).
Agus menambahkan, pihaknya telah memeriksa lima orang saksi dalam kasus ini. Saksi yang diperiksa termasuk korban DN dan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai tunangan pelaku.
“Karena proses penyidikan sudah selesai dan dinyatakan lengkap secara formil maupun materiil, minggu kemarin kami melimpahkan berkasnya ke Oditur UPT Otmil III-11 Malang,” katanya.
Saat ini, pihak Pomal Banyuwangi masih menunggu berkas perkara tersebut dinyatakan P21 (lengkap) oleh Oditur UPT Otmil III-11 Malang sebelum kasusnya disidangkan di Pengadilan Militer Surabaya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI, nekat menganiaya seorang remaja berinisial DN (19) di rumahnya, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Sabtu (30/5/2026).
Aksi kekerasan ini terjadi saat rumah korban sedang sepi, karena kedua orang tuanya tengah bepergian ke luar kota. Pelaku yang berambut cepak tersebut sempat menutup pintu rumah korban sebelum berulang kali mencambuk DN menggunakan selang air yang sudah ia siapkan. Akibatnya, korban mengalami luka lebam parah di sekujur tubuh.
Tanpa disadari oleh pelaku, seluruh aksi penganiayaan tersebut berhasil direkam secara sembunyi-sembunyi oleh teman korban yang berada di lantai dua rumah. Usai melancarkan aksinya, pria tersebut langsung melarikan diri ke arah selatan menggunakan sepeda motor matik.


