Safari Jurnalistik PWI Jombang, Pelajar Diajak Jadi Kreator Konten yang Melek Hukum
JOMBANG, FaktualNews.co – Masa depan para pelajar di Jombang kini dipertaruhkan lewat jempol mereka di media sosial.
Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, saat memberikan materi dalam program Safari Jurnalistik PWI Jombang Goes to School di Auditorium SMA Negeri 3 Jombang, Kamis (16/4/2026).
Di hadapan puluhan siswa, AKP Dimas menekankan bahwa generasi Z harus memiliki kontrol diri yang kuat agar tidak terjebak dalam masalah hukum. Menurut data Satreskrim Polres Jombang, sepanjang 2024 hingga 2025 saja, sudah ada 184 kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang ditangani.
”Kenakalan remaja sering kali dipicu oleh kontrol diri yang lemah, krisis identitas, hingga pengaruh lingkungan dan teman sebaya yang kurang baik,” ujar AKP Dimas Robin.
Lebih lanjut, ia membedah berbagai tindak kriminal yang kerap menjerat remaja saat ini, mulai dari bahaya judi online, aksi tawuran, penggunaan senjata tajam, hingga kekerasan seksual. AKP Dimas memperingatkan bahwa hukuman penjara bukanlah gertakan semata; pelaku judi online bisa diancam 10 tahun penjara, sementara tawuran maut bisa berujung 12 tahun di balik jeruji besi.
Tak hanya hukuman fisik, AKP Dimas juga mengingatkan adanya hukuman sosial jangka panjang berupa catatan kriminal yang akan terus menghantui saat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
”Tanamkan kesadaran diri untuk fokus belajar. Gunakan gadget dengan bijak dan jangan mudah terprovokasi oleh berita yang beredar di media sosial,” pungkas perwira lulusan Akpol 2016 tersebut.
Keseruan acara berlanjut saat para siswa ditantang melakukan simulasi wawancara doorstop (cegar) langsung dengan sang Kasatreskrim, mempraktikkan cara bertanya layaknya jurnalis profesional.
Pada hari kedua Safari Jurnalistik ini, para peserta juga dibekali berbagai materi teknis yang komprehensif. Dimulai dengan jurnalisme visual mengenai teknik videografi ponsel dan komposisi foto yang dipandu oleh jurnalis JTv, Saiful Mualimin.
Materi kemudian berlanjut ke ranah digital lewat pembahasan manajemen media sosial dan personal branding oleh Rony Suhartomo, jurnalis Garuda TV sekaligus pengelola akun Instagram populer Warga Jombang. Sebagai penutup, jurnalis TV One, Rohmadi, mengajak siswa terjun langsung dalam simulasi redaksi dan praktik lapangan.
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, berharap rangkaian pelatihan ini menjadi modal berharga bagi para pelajar untuk menjadi produsen konten yang cerdas.
“Kegiatan ini adalah upaya kami agar generasi muda bisa menciptakan konten yang positif, edukatif, serta bertanggung jawab,” ungkap Mufid.
Program edukatif Safari Jurnalistik ini dipastikan akan terus berlanjut ke berbagai lembaga sekolah lainnya di Kabupaten Jombang guna menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat bagi remaja.


