MOJOKERTO, FaktualNews.co-Terkait sebanyak 261 siswa di Mojokerto yang diduga keracunan MBG. Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elistianto Dardak menyebut jika korban sudah ditangani secara medis.

“Semua korban penerima manfaat MBG di Mojokerto sudah ditangani secara medis di beberapa rumah sakit di Mojokerto,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Dia juga memastikan bahwa seluruh biaya perawatan medis para korban ditanggung sepenuhnya pemerintah daerah.

“Seluruh biaya perawatan medis juga ditanggung pemerintah,” ujar Emil Dardak.

Dia lantas mengimbau masyarakat penerima MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto yang mengalami keluhan mual dan muntah agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma’had An Nur Kutorejo Mojokerto untuk mendapatkan perawatan dan penanganan.

“Kami mengimbau masyarakat penerima yang merasa ada keluhan mual muntah jangan ada yang ditahan, atau diabaikan atau hanya diobati di rumah saja, mohon segera lapor khawatirnya tidak maksimal perawatannya,” katanya.

Menurut Emil Dardak, tim saat ini sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui faktor yang berpotensi menjadi penyebab keracunan.

“Tim sedang menelusuri mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan wadah makanan, hingga sistem distribusinya,” ujar Emil Dardak.

Emil Dardak menegaskan bahwa akar permasalahan kejadian tersebut harus benar-benar dicari dan didapatkan agar dapat menjadi evaluasi dan perubahan yang lebih baik ke depan.

Sebelumnya, ratusan pelajar dan santri dari 7 lembaga pendidikan di Mojokerto mengeluh mual, muntah, demam, diare yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.

Pada Jumat (9/1/2026), para penerima manfaat MBG yang terdampak diketahui mengonsumsi soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.