LAMONGAN, FaktualNews.co-Rencana pemberangkatan ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Lamongan musim haji 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal.

Meski sempat muncul kekhawatiran akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Israel, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Lamongan, Abd Ghofur, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi gangguan dari otoritas Arab Saudi yang dapat menghambat penyelenggaraan haji.

“Tidak ada perubahan atau kendala yang mengarah pada penundaan. Semua masih sesuai rencana,” ujarnya saat ditemui di sela manasik haji tingkat kabupaten di Masjid Namira, Selasa (31/3/2026).

Sebanyak 2.758 calon jemaah haji asal Lamongan pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ghofur meminta jemaah fokus pada persiapan ibadah, baik fisik maupun mental.

“Jangan terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Fokus saja pada kesiapan beribadah,” tegasnya.

Dari sisi penyelenggaraan, pemerintah melalui Kementerian Haji RI telah merampungkan seluruh kontrak layanan di Arab Saudi, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi. Sementara di daerah, kesiapan jemaah juga telah memasuki tahap akhir.

“Seluruh dokumen perjalanan, seperti paspor dan visa, dilaporkan sudah rampung 100 persen. Distribusi koper dilakukan secara bertahap, sementara aspek kesehatan terus dimatangkan, termasuk pelaksanaan vaksinasi lanjutan yang dijadwalkan dalam pekan ini,” ungkap Ghofur.

Pemberangkatan jemaah haji Lamongan tahun ini terbagi dalam delapan kelompok terbang (kloter), terdiri dari enam kloter utuh dan dua kloter gabungan bersama Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

Untuk mendukung kelancaran layanan, puluhan petugas haji juga telah disiapkan, mulai dari PPIH, tenaga kesehatan, hingga pembimbing ibadah.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menekankan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama bagi jemaah.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian antarjemaah.

“Tahun ini kami mengusung semangat ‘haji ramah lansia, perempuan, dan disabilitas’ sebagai bentuk pelayanan yang lebih inklusif dan humanis,” ujarnya.

Ia juga menyebut, jumlah jemaah haji Lamongan yang mencapai 2.758 orang menjadi yang terbesar kedua di Jawa Timur.

Hal ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat, sekaligus tantangan untuk memberikan pelayanan terbaik.

Adapun jadwal keberangkatan dimulai pada 29 April 2026 untuk kloter 30 hingga 34 sebanyak 1.722 jemaah.

Selanjutnya, kloter 35 dan 36 akan berangkat pada 30 April dengan 751 jemaah, disusul kloter 37 pada 1 Mei 2026 sebanyak 285 jemaah.

“Pada musim haji tahun ini, pemerintah juga menerapkan sejumlah skema layanan, seperti murur dan tanazul, khususnya bagi jemaah lansia, disabilitas, dan pendampingnya. Selain itu, program manajemen dam turut dihadirkan untuk mempermudah pelaksanaan ibadah kurban melalui lembaga resmi di Arab Saudi maupun di Indonesia,”terang Yuhronur.

Manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Masjid Namira menjadi bagian dari rangkaian pembekalan terakhir, setelah sebelumnya dilaksanakan manasik tingkat kecamatan di 14 titik.

“Dengan berbagai persiapan yang telah dimatangkan, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Lamongan dapat menunaikan ibadah dengan lancar, aman, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya.