TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Sejumlah anak inklusif penyandang disabilitas tunanetra di Tulungagung mengikuti pelatihan alat musik gamelan pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan alat musik kesenian jawa.

Pelatih Gamelan, Aulia Renata mengatakan, pelatiha menggunakan audio kinestetik dan memberi alat bantu braille pada alat musik. Kegiatan ini memang difokuskan dengan sasaran masyarakat inklusif untuk memberikan fasilitas bagi mereka agar bisa mengenal kesenian daerah.

“Ini adalah program pengabdian kepada masyarakat. Saya menjalankan program pelatihan gamelan berbasis audio kinestetik kepada pelajar tunanetra,” kata Aulia Renata, Jumat (19/6/2026).

Pemilihan alat musik gamelan karena selama ini pelajar tunanetra lebih mengenal instrumen modern, seperti gitar, drum, piano dan lain-lain. Melalui kegiatan ini, para pelajar bisa lebih mengenal alat musik tradisional sekaligus memainkannya.

Pemilihan alat musik gamelan karena pelajar tunanetra lebih peka terhadap suara maupun dalam hal perabaan. Pelatihan gamelan ini diawali dengan mengenali bentuk alat musik dengan cara meraba bentuknya.

“Kami menerapkan sensorik taktil agar para pelajar tunanetra ini mengenali bentuk fisik kendang, saron, kenong, gong, demung, bonang dan kempul yang nantinya akan mereka mainkan,” ungkapnya.

Kemudian, para pelajar juga diminta untuk membunyikan setiap alat musik agar mengetahui dan menghafal setiap nada yang keluar. Khusus untuk alat musik saron dan demung diberi tanda bantu berupa braille.

Hanya dalam waktu kurang lebih satu jam belajar mengenal bentuk dan nada, para pelajar mampu memainkan gamelan dengan alunan yang indah. Hal ini membuktikan bahwa kelompok inklusif dapat diberikan fasilitas maupun dukungan penuh untuk memainkan gamelan.

“Pemberian braile pada saron dan demung untuk memudahkan mereka mengenal titinada atau not pada alat musik itu. Karena ini masih tahap awal pelatihan, kesulitannya saat memadukan permainan seluruh alat musik,” pungkasnya.