FaktualNews.co

Mendidik Kakak Harus Selalu Mengalah Pada Adik, Tepatkah?

Gaya Hidup     Dibaca : 848 kali Penulis:
Mendidik Kakak Harus Selalu Mengalah Pada Adik, Tepatkah?
FaktualNews.co/Ilustrasi
Ilustrasi.

SURABAYA, FaktualNews.co – Lazimnya, orang tua akan memerintah atau meminta kakak agar mengalah kepada adiknya.

“Kak, cobalah mengalah sama adik. Adik kan masih kecil. Bla..bla..bla…”

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Kalimat seperti di atas seringkali kita ucapkan. Baik kita sadari ataupun tidak, kita kerap menyuruh kakak untuk selalu mengalah pada adik.

Seperti dilansir The Asian Parent, mendidik anak  dengan cara seperti ini tentunya akan berdampak pada perkembangan kepribadian anak selanjutnya.

Selain memberi dampak positif, ternyata sikap mengharuskan kakak untuk selalu mengalah pada adik juga bisa memiliki dampak buruk.

 

Carilah waktu yang tepat bagi anak untuk belajar mengalah.

Dalam buku parenting “Nyebur Ke Dunia Anak”, psikolog Endah Kurniadarmi, Direktur Pusat Pengembangan Anak Indonesia menjelaskan bahwa  mendidik  anak agar selalu bersikap mengalah tidaklah sehat bagi perkembangan seorang anak. Begitu pula sebaliknya.

Kakak yang selalu mengalah pada adik cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang memiliki rasa percaya diri dan sikap optimisme. Si Kakak pun seringkali dihinggapi sikap ragu dan takut mengecewakan orang lain.

Mungkin Si Kakak harus mengalah sekali waktu, namun ia perlu memahami mengapa ia harus mengalah. Ketika ia mempertahankan miliknya, ia pun harus mengerti mengapa ia bertahan. Dan tahukah Parents, rumah adalah  tempat pertama bagi anak untuk menemukan jawaban-jawaban pertanyaan tersebut.

Dalam mendidik anak, kita perlu menciptakan kondisi yang paling nyaman bagi seorang anak. Yaitu jika anak mampu belajar kapan ia harus mengalah dan kapan ia harus bersikeras. Dan semua proses ini sebaiknya dijalani dalam lingkungan keluarga.

Di sinilah peran orangtua menjadi demikian penting untuk mendampingi proses tumbuh kembang anak-anaknya. Orangtua, biasanya ibu, harus menjadi penengah saat terjadi keributan antara kakak dan adik.

Ada baiknya kita membiarkan si Kakak sesekali mempertahankan mainan kesukaannya dan mengalihkan perhatian si Adik terhadap mainan tersebut. Namun, menjadi kewajiban kita pula untuk mengajarkan si Kakak untuk sesekali mengalah pada adiknya.

Tentu kita maklum bahwa sebelum hadirnya si Adik, Kakak merasa mendapatkan keistimewaan dalam keluarga karena mendapat kasih sayang dan waktu yang sangat besar dari orangtuanya. Namun ketika ia memiliki seorang adik, ia terpaksa harus berbagi.

Sementara seorang adik terlahir dalam kondisi terbiasa menerima perhatian dari seluruh anggota keluarga, termasuk perhatian dari si Kakak. Begitu pula dengan mainan, adikpun sering mendapatkan pengalihan dari bekas milik kakak.

Sudah barang tentu dalam proses mendidik anak,  hal ini tidak selalu mudah. Selalu ada rasa cemburu dalam diri kakak, dan membuat ia sulit mengalah pada adiknya.

Untuk mengatasi kecemburuan ini, seorang anak perlu diarahkan untuk merasa bangga dan nyaman apapun peran dan statusnya dalam keluarga.

Dengan menyadari posisinya sebagai adik ataupun kakak, diharapkan anak mampu menjalani proses pembembentukan kepribadiannya sehingga kelak menjadi pribadi-pribadi yang penuh percaya diri dan bertanggung jawab serta menjadi sosok yang menyenangkan di mana pun ia berada.

Selain itu, Parents,carilah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak agar mau mengalah. Baik kepada adik,  kakak maupun teman-teman mainnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
The Asian Parent

YUK BACA

Loading...