FaktualNews.co

Hindari Keramaian, Ogoh-ogoh di Lamongan Dibakar Tengah Malam

Religi     Dibaca : 146 kali Penulis:
Hindari Keramaian, Ogoh-ogoh di Lamongan Dibakar Tengah Malam
Faktualnews.co/Ahmad Faisol
Umat Hindu di Lamongan sembayang sebelum pelaksanaan Nyepi.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 di Lamongan, berbeda dengan tahun sebelumnya. Umat Hindu di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan, meniadakan pawai ogoh-ogoh sebelum dilaksanakan Nyepi seperti hari ini.

Delapan ogoh-ogoh di Pura Sweta Maha Suci, ada yang dibakar malam hari dan ada juga yang dibakar, tahun depan.

Suarsono salah satu umat Hindu yang sedang berjaga didepan Pura mengaku. “Ogoh-ogoh kalau tidak dibakar atau d ritual tidak apa-apa. Dibakar boleh tidak dibakar boleh,” kata Suarsono, Rabu (25/3/2020).

Lebih jauh Suarsono mengaku. Prosesi sebelum nyepi adalah Sarungan, ngerukuk menghilangkan aura negatif, kemudian sembayang Tilem, baru nyepi seperti hari ini. “Boleh Nyepi di pure boleh juga nyepi di rumah.” jelasnya.

Sementara itu, Alex, salah satu umat Hindu Lamongan berharap pembakaran ogoh-ogoh bisa di lakukan. “Karena ogoh-ogoh melambangkan kejelekan atau keburukan jadi harus dibuang atau dibakar, masak keburukan itu disimpan,” ucap Alex.



Tokoh umat Hindu Lamongan, Adi Wiyono, mengatakan, ada surat edaran tata cara pelaksanaan ibadah seperti upacara Melasti dan Tawur Kesaga di mana umat Hindu tidak datang bersamaan.

“Sembayang Nyepi ini dilakukan pembatasan, tidak seperti tahun kemarin,” kata Adi Wiyono, pemangku pura Sweta Maha Suci.

Lebih jauh, Adi menambahkan, pawai ogoh-ogoh ditiadakan dan sembayang di pure kemudian dilakukan Nyepi di rumah masing-masing. “Tema Nyepi kali ini keunggulan dan kerukunan umat beragama menuju Indonesia maju,” jelasnya.

Jemaat di pura Sweta Maha Suci sendiri ada 70 kepala keluarga. Sementara kegiatan sembayang Nyepi hanya 30 orang. “Ogoh-ogoh dikumpulkan menjadi satu di pura dan dibakar tengah malam tanpa keramaian,” pungkas Adi Wiyono.

 

 

• Baca berita-berita menarik hasil liputan Ahmad Faisol
Editor
Muhammad Sholeh
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...