FaktualNews.co

Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reot, Seorang Nenek di Blitar Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Peristiwa     Dibaca : 919 kali Penulis:
Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reot, Seorang Nenek di Blitar Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah
FaktualNews.co/Dwi Nugroho/
Saginem saat duduk di samping rumahnya.

BLITAR, FaktualNews.co – Sunguh memprihatinkan nasib yang dialami Saginem (83) warga Dusun Dawung, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Pasalnya, nenek yang hidup sebatang kara di gubuk reot sekitar lama 30 tahun itu belum pernah terima bantuan dari pemerintah. Saginem hanya mendapat bantuan beras seberat 5 kg saat pandemi Covid-16.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Saginem kini berharap di HUT Kabupaten Blitar yang ke 696 bisa mendapat bantuan rumah yang layak huni. Karena selama bertahun tahun pemerintah desa sudah mengusulkan. Namun hanya mendapatkan janji manis dari pemerintah daerah.

“Saya sudah 30 tahun tingal di rumah ini belum pernah dapat bantuan. Namun baru dapat bantuan sewaktu pandemi Covid kemarin, “kata Saginem saat di temui FaktualNews.co, Selasa (4/8/2020).

Meskipun dengan kondisi yang memprihatinkan, Saginem tak pantang menyerah mengais rejeki untuk kehidupan sehari hari. Saginen kini hanya bergantung dengan  mencari kayu untuk di tukar dengan beras.

“Ya bisanya saya hanya mencari kayu. Kayu yang saya cari dari gunung tersebut saya tukar dengan beras di tetangga , “ujar Saginem.

Kepala Desa Pagerwojo, Mujiadi mengaku, pihak desa sudah sering mengusahakan untuk melakukan bedah rumah kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini pengajuan tersebut belum juga terealisasi.

“Kami sudah mengajukan bantuan bedah rumah, Namun hanya di kasih janji tahun depan. Karena angaran fokus dialokadikan ke penanganan Covid 19,” pungkasnya.

Sementara dengan usia Kabupaten Blitar ke 696 ini. Ternyata masih banyak masyarakat yang susah tanpa tersetuh bantuan dari pemerintah.

Bahkan masih banyak masyarakat Blitar, dengan hidup serba kekurangan dan kesulitan dan pemerintah hanya diam dan tidak ada respon untuk penangananya.

 

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...