JOMBANG, FaktualNews.co-Program Rudekanak yang digagas Rumah Merdeka (Rudeka) Indonesia kembali digelar Minggu (8/2/2026) di Kedai Rudeka, Jl. Agus Salim No. 09 Jombatan, Jombang.

Kegiatan rutin dua kali sebulan ini menghadirkan pengalaman belajar berbasis eksplorasi dan praktik langsung bagi anak-anak dengan tema yang selalu berganti.

Pendiri Rudeka, Alfantomim mengatakan, pada pertemuan kali ini, Rudekanak mengangkat tema belajar mengelola minuman dari umbi.

Kegiatan diawali dengan senam gembira untuk membangun energi positif, kebersamaan, serta kesiapan anak-anak sebelum memasuki rangkaian aktivitas berikutnya.

“Usai senam, peserta diajak berjalan ke kebun di samping Rudeka untuk mengenal lingkungan secara langsung. Anak-anak belajar membedakan tanaman yang berbuah di atas tanah seperti murbei dan mangga, dengan tanaman yang tumbuh di dalam tanah seperti umbi-umbian,”ungkapnya Senin (9/2/2026).

Mereka juga dikenalkan pada berbagai tanaman toga yang ada di kebun. Proses belajar dilakukan dengan cara mengamati, menyentuh, dan berdiskusi, sehingga pengetahuan terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Kegiatan berlanjut dengan pertunjukan teater boneka bertajuk “Geng Kebun”, dimainkan dua anak homeschooling bersaudara, Kafila dan Al. Boneka-boneka dibuat dari bahan sederhana seperti ubi ungu, jahe, jeruk, pir, dan anggur.

Cerita yang disajikan menggambarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing tokoh hingga mereka harus menghadapi badai bersama. Pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang empati, penerimaan diri, serta pentingnya saling menguatkan.

Setelah menonton teater, anak-anak mengikuti sesi praktik mengolah umbi ungu menjadi minuman sehat. Peserta dibagi ke dalam kelompok berdasarkan rentang usia dan bekerja mengikuti teks tutorial yang dituliskan di kertas.

Setiap langkah dibaca, didiskusikan, lalu dipraktikkan bersama. Melalui proses ini, kemampuan literasi anak berkembang secara alami, seiring dengan tumbuhnya kerja sama, komunikasi, dan keberanian mencoba hal baru.

Sebanyak sekitar 33 anak mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Para orang tua yang menunggu pun turut menikmati suasana, sembari mendokumentasikan momen belajar anak-anak mereka.

Alfan, menyampaikan bahwa Rudekanak dirancang sebagai ruang belajar yang memberi kebebasan bereksplorasi bagi anak, tanpa menghilangkan kesepakatan bersama untuk saling menjaga diri, teman, dan alam.

“Anak-anak belajar melalui pengalaman langsung, tidak takut salah, dan berani mencoba. Inilah esensi belajar merdeka,” ujarnya.

Menurutnya, Rudekanak dikenal dengan pendekatan learning by doing dan interaksi yang hangat. Dalam suasana aman dan inklusif, anak-anak merasa nyaman, terlibat, dan terdorong untuk terus kembali belajar melalui pengalaman nyata.

“Program ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk merasakan bahwa belajar bisa menyenangkan, merdeka, dan bermakn” ungkapnya.