TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Pembangunan Jembatan Junjung yang berlokasi di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung dipastikan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Bahkan perbaikan jembatan itu ditargetkan selesai hanya dalam waktu enam bulan saja setelah terbitnya surat perintah kerja (SPK).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Erwin Novianto mengatakan, perbaikan Jembatan Junjung memang sempat molor dari perencanaan.

Penyebabnya karena masih harus menunggu surat izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kemarin memang sempat molor karena menunggu izin dari BBWS, tetapi sekarang izin itu sudah didapat,” kata Erwin Novianto, Kamis (11/6/2026).

Selain itu, proses lelang perbaikan Jembatan Junjung juga sudah mendapatkan pemenang untuk penyedia jasa pembangunan. Saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu penerbitan SPK sebagai dasar pihak penyedia untuk memulai pembangunan.

Penerbitan SPK itu, ditargetkan pada pekan ini diterbitkan dan diserahkan kepada pihak penyedia untuk mulai melakukan pembangunan. Setelah itu, mereka bisa segera memulai pendistribusian, persiapan lahan sampai pada droping material.

Anggaran untuk pembangunan Jembatan Junung mencapai senilai Rp7 miliar yang bersumber dari APBD Tulungagung. Anggaran itu dipakai untuk merubah kontruksi Jembatan Junjung menggunakan balok gerber yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.

“Sesuai rencananya, spesifikasi konstruksinya akan menggunakan balok gerber, jadi tanpa pilar. Nilai anggarannya mencapai Rp7 miliar,” ungkapnya.

Apabila pembangunan dimulai, proses perbaikan Jembatan Junjung ditargetkan selesai dikerjakan dan bisa kembali berfungsi dalam enam bulan kedepan. Namun pihaknya berharap cuaca mendukung agar perbaikan dapat dipercepat.

“Kalau cuaca mendukung perbaikan Jembatan Junjung bisa lima bulan lebih cepat dari target,” pungkasnya.