TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Layanan Mobil Penumpang Umum (MPU) gratis khusus antar jemput pelajar di Tulungagung dipastikan tidak berdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Tulungagung. Namun, pemerintah berencana membayarkan tarif lebih untuk pelayanan MPU gratis.

Kabid Angkutan dan Sarana, Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Oki Sakti Nugrahajati mengatakan, selain bus sekolah, layanan antar jemput pelajar di Tulungagung juga menggunakan MPU. Diketahui, MPU itu merupakan angkutan umum yang disewa oleh Dishub Tulungagung untuk melayani antar jemput gratis.

“Selain bus sekolah, kami juga memiliki 33 armada MPU yang kami sewa untuk memberikan pelayanan antar jemput pelajar,” kata Oki Sakti Nugrahajati, Jumat (19/6/2026).

Penyesuaian anggaran operasional angkutan gratis di Tulungagung tidak hanya pada bus sekolah saja, melainkan juga terhadap MPU. Bedanya, penyesuaian anggaran pada MPU bukan karena kenaikan harga BBM, melainkan karena kenaikan harga suku cadang.

Pasalnya, operasional MPU menggunakan solar subsidi, sehingga tidak terpengaruh kenaikan harga BBM non subsidi. Saat ini, tarif sewa MPU seharga Rp150 ribu, namun sesuai hasil kajian, tarif idealnya yakni Rp250 ribu perhari akibat naiknya harga suku cadang.

“Saat ini harga suku cadang untuk perawatan MPU naik. Sesuai hasil kajian kami, seharusnya tarif MPU yang ideal seharga Rp250 ribu per hari,” ungkapnya.

Rencananya, pihaknya akan mengajukan kenaikan tarif sewa MPU kepada Bappeda dan BPKAD Tulungagung. Namun pengajuan kenaikan tarif itu dilakukan secara bertahap mulai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari.

Harapannya, tarif MPU senilai Rp250 ribu per hari itu nantinya bisa mulai terealisasi secara penuh pada tahun 2027. Kenaikan tarif itu karena Pemerintah ingin membantu sopir MPU untuk mengatasi kenaikan harga suku cadang agar operasional MPU terus optimal.

“Garapan kami di tahun 2027, tarif sewa 33 armada MPU terealisasi menjadi Rp250 per hari,” pungkasnya.